Rabu , 20 September 2017
Home / Kabar Kampus / Di Tangan Mahasiswa UNY Roti Kadaluwarsa Diubah Jadi Bros Cantik

Di Tangan Mahasiswa UNY Roti Kadaluwarsa Diubah Jadi Bros Cantik

YOGYAKARTA- Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) berhasil mengolah roti kadaluwarsa menjadi bros yang ramah lingkungan dan menjadi bernilai ekonomi.

Tim mahasiswa UNY tersebut terdiri dari Sarah Sekar Langit, Zulfatin Rahmahani, Ari Wahyu Martina, Surya Jatmika, dan Diah Intan Kusuma.

“Bros itu memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan produk lain yang sejenis,” ujar koordinator tim, Sarah Sekar Langit, dilansir laman UNY.

Keunggulan produk buatan mereka ini ialah mudah mengikuti mode yang sedang berkembang di masyarakat, sehingga lebih “up to date”, tahan lama, dapat ditambahkan aroma, dan harga murah.

Selain itu, lanjut Sekar, bros dari roti kedaluwarsa ini merupakan produk go green yang ramah lingkungan.

Dalam pengolahan roti kedaluwarsa ini mengguanakan seni pengolahan roti menjadi clay yang disebut dengan nendo. Nendo berasal dari Jepang dan dibawa langsung ke Indonesia.

Selama ini, tambahnya, nendo hanya sebagai pajangan bernilai artistik tetapi kurang memiliki nilai guna, padahal nendo bisa diubah menjadi bros.

“Selain murah dan memiliki nilai guna, bros dari nendo juga ramah lingkungan tidak seperti plastik atau besi yang selama ini digunakan untuk pembuatan bros,” ujarnya.

Sekar menjelaskan, bahan baku yang digunakan dalam pembuatan produk bros ini antara lain roti kedaluwarsa, lem kayu, natrium benzoat, peniti, dan cat semprot bening. Bahan tambahannya adalah pewarna makanan, zat aromatik, dan lem tebak.

Ia menerangkan, cara membuatnya diawali dengan mengambil bagian dalam roti kedaluwarsa tanpa kulit dan dihancurkan. Kemudian ditambahkan natrium benzoat dan zat aromatik (vanili, kayu manis atau cengkeh dalam bentuk cair) dan diuleni sampai kalis.

Sekar menuturkan, bila adonan bros sudah kalis selanjutnya adonan dibagi menjadi beberapa bagian dan ditambahkan pewarna makanan yang berbeda-beda pada tiap-tiap bagian. Selanjutnya dicampur sampai rata, dibentuk, dan dicetak sesuai selera.

“Kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari selama dua hari. Setelah kering disemprot dengan cat semprot bening dan dikeringkan kembali selama satu hari, dan bros siap digunakan,” paparnya. (IK/SS)

Check Also

Universitas Pertamina

Universitas Pertamina Tumbuhkan Pemahaman Teknologi Siswa SMA

Edupost.id – Pesatnya perkembangan teknologi informasi di masyarakat saat ini, Universitas Pertamina melalui slogannya, “Be …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *