Selasa , 12 Desember 2017
Home / Kabar Kampus / Doktor FIK UI Ciptakan Alat Pemacu Produksi ASI

Doktor FIK UI Ciptakan Alat Pemacu Produksi ASI

DEPOK – Air Susu Ibu (ASI) tetap menjadi nutrisi utama yang menunjang perkembangan bayi. Namun, ibu bekerja rentan mengalami penurunan produksi ASI yang disebabkan berbagai faktor. Dilatarbelakangi hal tersebut, Doktor dari Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) UI, Anggorowati menciptakan sebuah alat pemijat digital untuk menstimulasi hormon oksitosin. Alat yang dinamai Digital Massager Oxytocin (DMO) mampu meningkatkan produksi ASI ibu jika digunakan secara rutin.

Penurunan produksi Air Susu Ibu (ASI) pada ibu bekerja dapat dipengaruhi beberapa hal, termasuk masalah psikologis seperti stres. Ibu bekerja memerlukan kondisi yang nyaman agar produksi ASI dapat meningkat dan kebutuhan bayi tercukupi.

Tertarik meneliti hal tersebut, Doktor dari Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) UI Anggorowati, merancang sebuah alat pemijat digital untuk menstimulasi hormon oksitosin yang disebut Digital Massager Oxytocin (DMO). Dalam sidang promosi doktornya yang berlangsung Senin (4/1/2016), Anggorowati menemukan bahwa penggunaan DMO yang rutin pada ibu bekerja dapat meningkatkan produksi ASI. Judul disertasinya adalah “Pengembangan Intervensi Keperawatan Mandiri dengan Alat Digital Massager Oxytocin (DMO) dan Pengaruhnya Terhadap Kenyamanan Serta Volume ASI pada Ibu Bekerja yang Menyusui Tahun 2014”.

“Produksi ASI yang meningkat akan memenuhi kebutuhan asi bayi, sehingga bayi dapat tumbuh kembang dengan baik karena nutrisi yang cukup. Selain itu, ibu menyusui yang lancar produksi ASI-nya akan mengurangi bendungan ASI yang dapat mencegah mastitis,” kata Anggorowati.

Lebih lanjut, Anggorowati mengatakan alat rancangannya ini dapat digunakan secara mandiri oleh para ibu bekerja. Stimulasi hormon oksitosin yang dilakukan dapat meningkatkan produksi ASI hingga 23 ml sekali perah.

Anggorowati juga menyimpulkan bahwa penggunaan DMO terbukti sebagai intervensi mandiri keperawatan pada ibu menyusui yang bekerja. “Ibu bekerja yang menyusui menggunakan waktunya dengan efektif, sehingga ibu bertambah kesejahteraannya,” pungkasnya. (UI/IK-SS)

Check Also

Sepuluh Universitas Paling Inovatif Tahun 2017

Pimpinan PTN Harus Siap Hadapi Era Disruption Innovation

Edupost.id – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyampaikan, pimpinan PTN harus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *