Rabu , 18 Januari 2017
Home / Kabar Kampus / Dosen UB Ciptakan Aplikasi Bahasa Ilmiah untuk Tuna Rungu
Dosen UB Ciptakan Aplikasi Bahasa Ilmiah untuk Tuna Rungu
Dosen UB Ciptakan Aplikasi Bahasa Ilmiah untuk Tuna Rungu

Dosen UB Ciptakan Aplikasi Bahasa Ilmiah untuk Tuna Rungu

Edupost.id – Demi membantu para difabel khususnya penyandang tuna rungu, dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawaijaya (FILKOM UB) membuat sebuah Aplikasi Bahasa Isyarat yang berisikan panduan istilah ilmiah. Mereka adalah Budi Darma Setiawan dan Fajar Pradana.

Berbeda dengan aplikasi panduan belajar bahasa isyarat lainnya, aplikasi ini tidak menyajikan panduan untuk kata-kata umum yang digunakan sehari-hari. Aplikasi ini berfokus pada kata-kata ilmiah yang seringkali digunakan dalam perkuliahan atau kegiatan ilmiah yang lain. Tidak hanya kata-kata ilmiah yang berhubungan dengan teknologi informasi saja, namun aplikasi ini juga menyediakan kata-kata ilmiah untuk berbagai bidang keilmuan.

“Kebetulan di FILKOM ada mahasiswa difabel tuna rungu. Saat perkuliahan seringkali ada kata-kata yang belum ada Bahasa isyaratnya, sehingga harus dieja satu-satu huruf isyaratnya, seperti contohnya jaringan, sinyal dan rangkaian. Kalau hubungannya dengan biologi misalnya fotosintesis,” jelas Fajar.

Budi menambahkan bahwa aplikasi ini telah dikembangkan selama empat bulan terakhir untuk versi website dan android mobile phone. Tampilan aplikasi menyerupai aplikasi search engine, dimana pengguna tinggal memasukkan kata yang ingin dicari bahasa isyaratnya. Panduan kata yang diinginkan akan muncul dalam bentuk video peragaan bahasa isyarat untuk kata yang dimaksud.

Saat ini proses pengembangan aplikasi dalam tahap pengambilan gambar video peragaan bahasa isyarat oleh mahasiswa difabel dibawah naungan Pusat Studi dan Layanan Disabilitas Universitas Brawijaya (PSLD UB). Terdapat empat mahasiswa UB penyandang tuna rungu yang membantu dalam pembuatan aplikasi ini, masing masing dari FILKOM, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Vokasi, Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) jurusan pariwisata.

“Kita bekerjasama dengan PSLD dan Kelompok Sekolah Inklusif Kota Malang. Jadi mahasiswa tuna rungu dibawah PSLD membuat daftar kata-kata ilmiah lalu dibuat bahasa isyaratnya dan divideokan. Kemudian diedit sedemikian rupa untuk bisa dimasukkan dalam aplikasi software yang sudah dibuat,” jelas Fajar. (UB/IK-SS)

Check Also

universitas brawijaya

Vakum Dua Tahun, UB Kediri Kini Aktif Kembali

Edupost.id – Setelah vakum selama dua tahun, Universitas Brawijaya Kediri kini aktif kembali. Belum lama …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *