Sabtu , 22 Juli 2017
Home / Kabar Kampus / Dosen UNILA Kembangan Sapi Perah di Dataran Rendah
Dosen Unila Kembangan Sapi Perah di Dataran Rendah
Dosen Unila Kembangan Sapi Perah di Dataran Rendah (foto; UNILA)

Dosen UNILA Kembangan Sapi Perah di Dataran Rendah

Edupost.ID- Dosen Fakultas Pertanian Universitas Lampung UNILA, mahasiswa program doktoral Pascasasarjana Fapet UB, Ir. Arif qisthon, berhasil melakukan kajian untuk memanipulasi lingkungan guna menciptakan kondisi yang lebih nyaman.

Dengan mengangkat judul: “Potensi Pengembangan Sapi Perah di Dataran Rendah : Kajian Fisiologis dan Produksi Susu Pada Perlakuan Pendinginan Tubuh Untuk Mengatasi Cekaman Panas (Studi Kasus di Peternakan KUTT Suka Makmur, Grati, Kabupaten Pasuruan dan PT Antara Dairy Farm, Bancar, Kabupaten Tuban, Jawa Timur”.

Dibawah asuhan komisi pembimbing Prof. Woro Busono, Prof. Suyadi, dan Dr. Puguh  Surjowardojo, ia melakukan penelitian di dua lokasi dataran rendah dengan musim yang berbeda. Yaitu kandang Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) sapi perah Suka Makmur, Desa Trewung, Grati pada musim kemarau. Sedangkan di PT Antara Dairy Farm Desa Tergambang Kabupaten Tuban dilakukan  padamusim hujan.

Penelitian di KUTT menggunakan 12 ekor sapi PFH sedangkan di PT. Antara Dairy Farm menggunakan 16 ekor. Ternak dikelompokkan berdasarkan jumlah produksi susu harian awal dengan beberapa perlakuan. Antara lain K (kontrol, tanpa penganinan dan penyiraman air), A (penganginan dengan kipas angin), S (penyiraman dengan sprayer) dan  SA (kombinasi penyiraman dan penganginan). Perlakuan tersebut dilaksanakan pada frekuensi dan suhu tertentu.

Kesimpulanyang dapat ditarik dari ialah perlakuan penyiraman air ke tubuh dapat memperbaiki mekanisme termoregulasi. Sehingga mampu mempertahankan suhu tubuh dalam kisaran normal pada sapi PFH yang menderita cekaman panas di dataran rendah. (UNILA/Inan)

Check Also

Anugerah Media Humas tahun

Peneliti UI Ciptakan Gelatin yang Terjamin Kehalalannya

Edupost.id – Gelatin dikenal sebagai bahan utama pembuatan kapsul dalam industri farmasi. Tak bisa dipungkiri …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *