Rabu , 18 Januari 2017
Home / Kabar Kampus / Dosen UNY Teliti Dampak Sertifikasi Guru SMK terhadap Kinerja Sekolah

Dosen UNY Teliti Dampak Sertifikasi Guru SMK terhadap Kinerja Sekolah

Edupost.ID – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) ditarget mampu menyiapkan lulusannya untuk siap memasuki dunia kerja. Faktor mendasar yang dapat meningkatkan kinerja SMK adalah kualitas kinerja guru-gurunya. Saat ini, pemerintah menggulirkan program sertifikasi untuk meningkatkan kualitas guru. Dilatarbelakangi hal itu, Dosen UNY, Sutopo meneliti dampak sertifikasi tersebut terhadap perubahan kinerja guru SMK dan kinerja sekolah.

Dosen Jurusan Pendidikan Teknik Mesin ini menilai, sejak program sertifikasi guru digulirkan pemerintah (2007), hingga kini belum ada penelitian yang secara komprehensif mengungkap dampak adanya program tersebut terhadap perubahan kinerja guru SMK dan kinerja sekolah.

“Maka kami berusaha mengungkap gambaran dampak sertifikasi guru terhadap faktor-faktor yang secara teori dapat mempengaruhi kinerja guru dan kinerja sekolah pasca sertifikasi,“ terangnya.

Sutopo berharap, penelitiannya ini disusun agar dapat bermanfaat bagi seluruh stakeholder pendidikan dalam menilai kefektifan sertifikasi guru terhadap kinerja guru maupun SMK setelah program tersebut digulirkan. “Hasil penelitian ini juga dapat menjadi bahan masukan bagi perumus kebijakan dalam pembinaan tenaga kependidikan terutama guru SMK di waktu mendatang,” tuturnya.

Disertasinya yang berjudul “Pengaruh Sertifikasi Guru SMK terhadap Kinerja Sekolah”, Sutopo menyampaikan dampak sertifikasi guru terhadap kemampuan kerja, motivasi, komitmen, kinerja, dan kinerja SMK pasca sertifikasi. Secara umum, sebagian besar guru SMK mengalami perubahan yang lebih baik dalam hal kebanggaan, keprofesionalan, dan kesejahteraan. Begitu pula dalam hal kemampuan, motivasi, dan komitmen kerja.

Sutopo menambahkan, peningkatan kinerja guru tersebut berimplikasi pada peningkatan kinerja SMK dalam mencetak lulusan yang siap kerja.

Menurut Sutopo, realita seperti ini perlu disampaikan kepada Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Menengah Kemendikbud, Dinas Pendidikan, Pengawas, dan Kepala Sekolah. Stakeholder, lanjutnya, perlu mengetahui bahwa pembinaan dan pemberdayaan guru SMK harus dilakukan berkelanjutan karena dapat meningkatkan kinerja SMK secara optimal.

Sutopo berhasil meraih gelar doktor kependidikan berkat bimbingan intensif yang diberikan promotor yaitu Djemari Mardapi dan Pardjono. Ia juga tercatat sebagai doktor ke-282 yang telah diluluskan PPs UNY. (UNY/IK-SS)

Check Also

SBMPTN

Pendaftaran Bidikmisi 2017 Sudah Dibuka

Edupost.ID – Proses pendaftaran Bidikmisi 2017 mulai dibuka. Bidikmisi merupakan program bantuan biaya pendidikan bagi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *