Rabu , 18 Oktober 2017
Home / Kabar Kampus / Dugaan Plagiat, Kemenristek Dikti : UNJ Terancam Sanksi
Kampus Universitas Negeri Jakarta. dok : unj

Dugaan Plagiat, Kemenristek Dikti : UNJ Terancam Sanksi

Edupost.id – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (BEM UNJ) mendatangi Direktorat Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi Kemenristek Dikti, (13/09). Kedatangan itu untuk audiensi terkait beberapa kasus yang terjadi di kampus mereka, seperti dugaan penyalahgunaan wewenang dan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

“UNJ adalah kampus pendidikan, dan pendidikan adalah kunci untuk membangun generasi bangsa. Maka seharusnya pendidikan menjadi tempat yang bersih dari penyimpangan. Munculnya kasus-kasus ini ke permukaan diharapkan dapat membersihkan UNJ dari oknum atau tindakan yang menyimpang.” ungkap Ketua BEM UNJ, Miqdad Ramadhan, dalam keterangan tertulisnya.

Dalam pertemuan itu, Direktur Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi, Totok Prasetyo, menuturkan, Kemristekdikti telah membentuk sebuah tim Evaluasi Kinerja Akademik (EKA) guna melakukan investigasi mengenai laporan tersebut. Investigasi yang dilakukan tim EKA Kemristekdikti terfokus pada Pascasarjana UNJ.

Totok menambahkan, jika tim EKA menemukan bukti yang kuat bahwa benar terjadi plagiarisme, maka pihak UNJ terancam menerima sanksi dari Kemristekdikti. Namun, Totok belum bisa memastikan bentuk sanksi yang akan diberikan. Masih banyak faktor yang harus dijadikan pertimbangan.

Lebih lanjut Totok mengatakan bahwa sanksi yang diberikan bisa kepada perorangan maupun lembaga. Misalnya pencabutan ijazah dan gelar doktoral untuk sanksi perorangan, jika memang terbukti plagiarisme tersebut adalah tanggung jawab perorangan. Kemungkinan lain berupa penurunan akreditasi lembaga jika memang terbukti plagiarisme yang terjadi adalah tanggungjawab dari lembaga kampus.

Totok menyebut beberapa kasus yang menyalahi aturan Pendidikan Tinggi yang dilakukan UNJ. Beberapa di antaranya yaitu UNJ memiliki 12 Perguruan Tinggi Mitra serta pembuatan Surat Keputusan (SK) mengenai presentase maksimal kemiripan yang bisa dilakukan mahasiswa dalam disertasi, tesis, maupun skripsi.

Kedua hal tersebut, menurut Totok, tidak diperbolehkan secara akademik. Totok menekankan bahwa jika terdapat kesamaan dalam suatu karya tulis tanpa menyantumkan sumber, maka itu tetaplah plagiarisme, berapapun persentasenya.

BEM UNJ berharap agar Kemristekdikti lebih tegas dan dengan segera menangani kasus ini. Sehingga UNJ bisa kembali bersih dalam mencetak generasi pemimpin masa depan. (Andi)

Check Also

mahasiswa

Mahasiswa harus Kompetitif Tingkatkan Daya Saing Bangsa

Edupost.id – Direktur Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjend Belmawa) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *