Sabtu , 25 Maret 2017
Home / Kabar Kampus / Edelweis, Tas dari Sabut Kelapa Karya Mahasiswa IPB
Edelweis, Tas dari Sabut Kelapa Karya Mahasiswa IPB
Edelweis, Tas dari Sabut Kelapa Karya Mahasiswa IPB

Edelweis, Tas dari Sabut Kelapa Karya Mahasiswa IPB

Edupost.id – Indonesia memiliki lahan kelapa terbesar di dunia. Namun, pemanfaatan buah kelapa masih belum maksimal. Masih ada bagian kelapa yang belum digunakan secara optimal, diantaranya adalah sabut dan tempurung kelapa yang hanya menjadi limbah. Namun, di tangan mahasiswa IPB, sabut dan tempurung kelapa dikembangkan menjadi kerajinan tangan seperti tas dan binder dengan merk Edelweis.

Tim IPB diantaranya Rizky Maulana, Reza Adiyoga, Moch. Anugrah Dwi Saputra  dan Maulidatuz Zahroo. “Pemberian nama brand Edelweis diambil dari filosofi bunga edelweis yaitu keabadian dan keindahan. Selain memanfaatkan potensi sumberdaya lokal yang ada, kami juga ingin meningkatkan kasadaran masyarakat untuk menggunakan produk dalam negeri yang ramah lingkungan berkualitas. Harapannya dapat meningkatkan sektor ekonomi kreatif di Indonesia dan kepedulian pelestarian lingkungan,” ujar Rizky.

Sabut dan tempurung kelapa dipilih sebagai bahan baku karena memiliki tekstur, karakteristik dan kesan unik, klasik serta bernilai seni. Tahapan produksi kerajinan tangan tersebut meliputi pengolahan sabut kelapa (pemilihan serat sabut berkulitas dan proses sterilisasi), pengolahan tempurung kelapa menjadi tambahan asesoris dan pembuatan produk jadi. Dalam proses produksinya melibatkan dan memberdayakan  masyarakat lokal sesuai keahlianya. Masyarakat  juga mendapatkan pengetahuan tentang produk sehingga, selain dapat meningkatkan perekonomiannya juga mengetahui kriteria produk berkualitas.

“Kami telah melahirkan sejumlah produk diantaranya beberapa jenis tas wanita maupun pria, dan kerajinan berupa binder dengan beberapa pilihan warna dan ukuran. Kami memasarkan produk tersebut melalui media online seperti Instagram: @edelweisbrand, LINE@: @okv6104t, dan marketplace. Selain online, kami melakukan pemasaran secara offine seperti mengikuti bazar, pameran nasional dan internasional. Kami juga mengenalkan produk ke beberapa negara melalui  student exchange di IPB. Rata-rata omzet yang diperoleh berkisar Rp 2 juta per bulan,” ujarnya.

Berdasarkan survei pasar yang dilakukan menunjukkan produk Edelweis diminati sebagian besar masyarakat khususnya remaja sampai dewasa. Namun, masyarakat yang menggunakan produk masih didominasi  kalangan menengah ke atas.

Check Also

alat-bantu-penangkapan-ikan-rumpon

Pakar Perikanan IPB Kritisi Pemerintah tentang Rumpon

Edupost.id – Para akademisi di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Institut Pertanian Bogor (IPB) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *