Senin , 16 Juli 2018
Home / Kabar Kampus / Empat Mahasiswa UII Ikut AUSMUN Layaknya Sidang PBB
Universitas Islam Indonesia (UII)
Universitas Islam Indonesia (UII)

Empat Mahasiswa UII Ikut AUSMUN Layaknya Sidang PBB

Edupost.id – Empat mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII), Zakiah Ramadanti Siregar (Ilmu Ekonomi Islam 2016), Bintar Mupiza (Hubungan Internasional 2014), Yuni Syeila (Hubungan Internasional 2015) dan Dirra Kurniawati (Teknik Lingkungan 2015) akan mengikuti American University of Sharjah Model United Nations’ (AUSMUN) di Dubai, Uni Emirat Arab pada tanggal 8-10 Februari 2018.

Pada AUSMUN, 700 pelajar dari seluruh dunia setiap tahunnya berkumpul dalam ajang ini untuk berdiskusi, berdebat dan bernegosiasi sesuai sudut pandang negara yang mereka wakili. Mereka akan membahas mengenai isu-isu yang terjadi di dunia internasional seperti sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Menjadi sebuah kebanggan tersendiri bagi kami selaku delegasi pertama yang mewakili UII sekaligus Indonesia dalam ajang internasional ini. Karena dengan keikutsertaan kami sebagai salah satu delegasi, kami bisa memperkenalkan UII dan Indonesia di kancah Internasional selaras dengan misi UII yaitu World Class University,” tutur Yuni Syeila.

Sebelum menuju ajang ini, para delegasi UII sudah melalui berbagai proses seleksi yang menjamin kualitas dan kemampuan tim. Proses seleksi tersebut antara lain Seleksi berkas, seleksi wawancara dan pidato, bootcamp training, dan simulasi Model United Nations.

“Selain tahapan seleksi tersebut kami juga diharuskan menguasai berbagai bidang yang menjadi isu penting di dunia Internasional seperti HAM, Ekonomi, Sosial Politik, hingga lingkungan. Kami juga mengirimkan Position Paper yang berisikan stand negara dan solusi yang ditawarkan mengenai topik yang telah ditentukan seminggu sebelum acara,” terang Yuni.

Yuni menambahkan, pada ajang ini dirinya mewakili negara Ghana dan pada salah satu topiknya membahas mengenai “Water and Food Security”. Yuni akan berbicara pada tiga situasi yaitu perang, bencana alam, dan kelaparan di Lesser Developing Country.

Yuni menawakan dua solusi mengatasi masalah ini, yaitu solusi short-term dan long-term. Solusi short-term merupakan cara mengatasi permasalahan dalam situasi emergensi, sedangkan solusi long-term mengenai penyediaan infrastruktur untuk mendukung supply air dan makanan.

Check Also

Universitas Islam Indonesia (UII)

Terima Dana Hibah Asuh, UII Punya Tiga Mitra PTS

Edupost.id – Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menerima Hibah Program Asuh Perguruan Tinggi Unggul dari …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

=[Tutup Klik 2x]=