Jumat , 24 Maret 2017
Home / Kabar Kampus / ESA UTY Bagikan Dua Ribu Buku Inspiratif ke Daerah Pelosok
Universitas Teknologi Yogyakarta UTY
Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY)

ESA UTY Bagikan Dua Ribu Buku Inspiratif ke Daerah Pelosok

Edupost.id, Yogyakarta – Excellent Student Association (ESA) UTY akan membagikan secara gratis buku berjudul “Inspirasi Kami untuk Kebaikan Indonesia Nanti”. Buku tersebut nantinya akan dicetak dua ribu eksemplar, dan dibagikan ke delapan daerah pelosok di seluruh Indonesia.

Project Manager Penerbitan Buku ESA UTY, Danti Syahriana menceritakan, buku “Inspirasi Kami untuk Kebaikan Indonesia Nanti” berisikan kisah inspiratif dari belasan mahasiswa yang meski hidup dalam keterbatasan, namun tetap dapat berprestasi. Rencananya, buku itu dirilis pada Mei 2016.

“Buku itu dirilis di bulan Mei 2016, tapi open order untuk masyarakat dibuka di bulan Juni 2016. Nantinya hasil penjualan ke masyarakat akan disumbangkan ke mahasiswa yang membutuhkan bantuan untuk biaya kuliah,” kata Danti seperti keterangan pers yang diterima Edupost.id.

Menurutnya, penerbitan buku ini memiliki tujuan untuk memotivasi pelajar di daerah pelosok agar bersemangat menuntut ilmu hingga perguruan tinggi, meski dalam keterbatasan. Adapun buku itu akan didistribusikan ke delapan kabupaten pelosok di Indonesia menggunakan anggaran pribadi dari panitia.

“Delapan daerah itu Majene Sulawesi, Bima NTB, Muara Enim Sumsel, Bengkalis Riau, Hulu Kalbar, Belitung, Halmahera Maluku, dan Rote Ndao NTT,” ungkapnya.

Danti merinci, salah satu kontributor dalam buku tersebut adalah Yeni Prasetyowati. Yeni adalah perempuan asal Gunungkidul yang berasal dari keluarga tidak mampu, namun bisa memperoleh nilai UAN tertinggi se-Gunungkidul. Kini dia dapat kuliah gratis, hingga mewujudkan mimpinya pergi ke luar negeri.

Kontributor lainnya yaitu Tiara Mahardika. Seorang perempuan yang pernah di DO (Drop Out) saat SMA, namun ketika duduk di perguruan tinggi mampu menjuarai kompetisi business plan di Jepang. Selain kedua nama di atas, Andika Kairuliawan yang merupakan anak supir travel namun kini memiliki usaha beromset ratusan juta rupiah, juga menjadi kontributor.

“Kontributor lainnya yaitu Sigit Pramana Putra, Evi Widyastuti, Sekar Akrom, Eka Srihartini, Tutut Apriyani, M Kundori, Edi Suprihanto, Anggir Siti, Amin Wastinah dan beberapa penulis lain. Mereka menulis tanpa dibayar,” imbuhnya.

Secara terpisah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Anies Baswedan mengatakan, kisah inspiratif yang dibagikan ke pelosok daerah meneguhkan optimismenya bahwa Indonesia akan lebih cerah untuk semua orang. Sebab, buku tersebut juga bertujuan memotivasi pelajar di daerah untuk mengecap pendidikan tinggi.

“Pendidikan adalah modal penting kemajuan bangsa. Dengan membaca pengalaman orang lain, pelajar di pelosok akan memiliki mimpi yang jauh lebih luas,” tutup Anies. (UTY/ IK-SS)

Check Also

seniman mengajar kemendikbud

Pendaftaran “Seniman Mengajar” di Daerah Terpencil Mulai Dibuka

Edupost.id – Pendaftaran kegiatan “Seniman Mengajar” yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun ini …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *