Sabtu , 25 November 2017
Home / Kabar Kampus / Fapet UGM Tingkatkan Kurikulum Menjadi Level Dunia
Pertemun ke-6 South East Asia Network for Animal Science (SEANAS) pada 20-22 Juli 2017, Hanoi, Vietnam
Pertemun ke-6 South East Asia Network for Animal Science (SEANAS) pada 20-22 Juli 2017, Hanoi, Vietnam

Fapet UGM Tingkatkan Kurikulum Menjadi Level Dunia

Hanoi (21/7) – Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM) tengah berupaya untuk meningkatkan kurikulum pelajarannya menjadi kurikulum berlevel dunia. Penguatan jejaring kurikulum terus dikembangkan bersama dengan berbagai universitas di tingkat internasional, khususnya pada bidang peternakan atau animal science.

Hal itu diungkapkan oleh Wakil Dekan Fapet UGM Prof. Budi Guntoro dalam siaran persnya, saat mengikuti pertemuan ke-6 South East Asia Network for Animal Science (SEANAS), bertajuk “Strengthen Network and Harmonize Asean Curriculum in Animal Science”, yang berlangsung di Vietnam National University of Agriculture pada 20-22 Juli 2017, Hanoi, Vietnam, Kamis (21/07/2017).

Budi menuturkan, bahwa target Fapet UGM adalah untuk meningkatkan kualitas kurikulum di level dunia. Sehingga pada akhirnya, tambah dia, semakin meningkat mobilitas mahasiswa dan perguruan tinggi yang ingin belajar dari dan ke Fapet UGM.

“Sasaran Fapet UGM selanjutnya adalah masuk dalam level dunia untuk kurikulum pembelajaran. Sebab pada tahun 2013 lalu, kemampuan kita sudah masuk dan diakui pada level ASEAN. Baru pertama kalinya bidang agro, khususnya peternakan UGM menerima penghargaan pada tahun  2013 itu,” papar Budi.

Prof Budi menambahkan, pada November 2017 mendatang pihaknya menanti kedatangan tim akreditasi dari Akkreditierungsagentur für Studiengänge der Ingenieeurwissenschaften, der Informatik, der Naturwissenschaften und der Mathematik e.V. (ASIIN). Kedatangan tim ASIIN tersebut dalam rangka visitasi untuk memberikan penilaian akreditasi terhadap kurikulum Fapet UGM pada tingkat dunia.

“November 2017 mendatang, visitasi untuk tingkat dunia akan dilakukan oleh ASIIN atau suatu lembaga akreditasi dunia yang berpusat di Jerman, pada bidang agronomi, life science. Jadi berdasarkan standar Eropa,” terang Prof Budi.

Artinya, tambah dia, kurikukum Fapet UGM sudah diakui di tingkat internasional dan Eropa. Akreditasi ASIIN, kata dia, merupakan penilaian yang tidak ternilai bagi seluruh civitas akademika.

“Dan pertemuan SEANAS kali ini sebagai network bagi setiap pimpinan perguruan tinggi di bidang peternakan pada kawasan Asean. Seperti forum Dekan Fapet se-Asean,” tandas Prof Budi.

Check Also

Universitas Gadjah Mada (UGM)

UGM Mulai Siapkan Mahasiswa Hadapi ON MIPA – PT 2017

Edupost.ID – Universitas Gadjah Mada (UGM) saat ini mulai mempersiapkan diri menghadapi Olimpiade Nasional Matematika …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *