Senin , 11 Desember 2017
Home / Kabar Kampus / FEM IPB Gelar Jembatan Agribisnis di Malaysia
Dwi Rachmina, Ketua Departemen AGB, dalam program Jembatan Agribisnis Indonesia di Sarawak Malaysia.

FEM IPB Gelar Jembatan Agribisnis di Malaysia

Edupost.id, Sarawak – Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) Institut Pertanian Bogor (IPB) melaksanakan program Jembatan Agribisnis Indonesia (JAI) dan kegiatan Widyakarya mahasiswa ke perkebunan dan pabrik pengolahan kelapa sawit di Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu-Kalimantan Barat dan Khucing, Sarawak-Malaysia, (15-17/4).

Bayu Krisnamurthi, inisiator kegiatan, mengatakan program ini berupaya menjembatani kegiatan akademik di kampus (perkuliahan, penelitian) dengan kondisi sebenarnya di lapangan (sisi praktisi). “Dengan demikian, peserta dan khususnya mahasiswa diharapkan lebih memahami bagaimana manfaat dan perkembangan bisnis sawit bagi masyarakat dan perekonomian negara, (seperti)  menyerap tenaga kerja, penyumbang devisa, penyedia bahan industri dan lain-lain” terangnya.

Kegiatan ini diikuti oleh Dwi Rachmina Ketua Departemen AGB, Suharno Sekretaris Program Magister Sains Agribisnis, Eva Yolynda A, dan Feryanto, dosen Dep. Agribisnis) serta empat mahasiswa Departemen Agribisnis. Peserta mendapat penjelasan dan gambaran mengenai pengelolaan perkebunan dan pabrik pengelolaan kelapa sawit secara utuh dan komprehensif. Peserta ditunjukkan manajemen mulai dari pengelolaan pekerja/karyawan, budidaya, panen, pengangkutan dan sampai pengolahan biji sawit menjadi Crude Palm Oil (CPO) dan Kernel Palm Oil (KPO).

Kebun dan pabrik sawit di Unit Badau sejak awal pendirian berupaya melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan kebun (petani plasma), disamping itu pengolahan pabrik sawit dengan hasil utamanya adalah CPO hampir tidak ada sampah yang dihasilkan. Hal ini dikarenakan semuanya dimanfaatkan, baik limbah cair sebagai pupuk organik dan limbah padat sebagai bahan bakar di pabrik tersebut. Pabrik kelapa sawit di daerah ini merupakan satu-satunya pabrik yang langsung melakukan ekspor CPO ke Malaysia melalui jalur darat sejak tahun 2013/2014.

Kegiatan ini diakhiri dengan makan malam dan diskusi dengan Konjen RI Sarawak, di Khucing Malaysia.

Check Also

Sepuluh Universitas Paling Inovatif Tahun 2017

Pimpinan PTN Harus Siap Hadapi Era Disruption Innovation

Edupost.id – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menyampaikan, pimpinan PTN harus …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *