Kamis , 19 Oktober 2017
Home / Kabar Kampus / FIB UI Gelar Bedah Buku “Manusia Ide”
Anugerah Media Humas tahun
Universitas Indonesia (foto: blogspot)

FIB UI Gelar Bedah Buku “Manusia Ide”

Edupost.ID- Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia FIB UI, menggelar bedah buku otobiografi Mochtar Riady yang berjudul “Manusia Ide”. Mengisahkan mengenai perjalanan hidupnya selama 87 tahun. Dalam 336 halaman buku tersebut, Mochtar menuliskan bahwa dirinya melewati masa-masa sulit hingga bisa mencapai sukses.

Kisah inspiratif buku ini pun menjadi bahasan dalam acara bedah buku otobiografi Mochtar Riady di Auditorium Gedung IV Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI). Acara ini merupakan bagian dari rangkaian acara Dies Natalis ke-76 FIB UI.

Turut hadir untuk membedah isi buku ini, Prof. Dr. Riris Sarumpaet, M.Sc.,Ph.D selaku Guru Besar FIB UI, beserta Margareta Astaman yang merupakan seorang penulis muda. Riris memuji falsafah-falsafah hidup yang ia temukan dalam buku Mochtar Riady. Terutama mengenai kecintaan sosok Mochtar pada tanah air Indonesia.

“Pesan nenek Pak Mochtar yaitu pergilah untuk kembali lagi. Pergilah, berjuanglah untuk tanah airmu. Buku ini mengembalikan kita, bahwa kita harus selalu dikembalikan ke tanah air kita. Selalu dikatakan pada buku ini, kacang tak pernah lupa pada kulitnya,”tutur Riris.

Dr. (H.C) Mochtar Riady yang hadir menanggapi komentar mengenai bukunya, mengatakan bahwa seringkali orang terpelajar terpusat pada ilmunya belaka. Kemudian mereka lupa bahwa ilmu itu untuk peradaban manusia.

Jatuh- bangun hidup seorang Mochtar Riady juga dilihat Margareta sebagai hal yang dapat menginspirasi pembaca. Terutama, generasi muda yang seusianya. Ia menuturkan bahwa dalam buku itu, rasa bersyukur selalu menjadi hal yang menonjol dalam diri Mochtar Riady.

“Satu hal yang saya lihat adalah tentang bersyukur. Generasi sekarang kan cenderung berputus asa, frustasi, kemudian cari perhatian lain. Jika buku ini dibaca generasi muda sekarang, bisa jadi guru tanpa menggurui. Belajar cara merespon suatu situasi, tetap bersyukur terhadap keadaan, dan bersyukur terhadap suatu situasi,” ujar perempuan yang kerap disapa Margie itu.

Nilai-nilai pelajaran hidup yang tertulis dalam buku pun menjadi hal yang membuat Margie berharap agar generasi muda dapat membaca buku ini. “Ada values-values yang sederhana. Buku ini jangan dibaca sama generasi di atas aja, tapi generasi saya juga. Tapi kalau buat generasi muda, cover-nya bisa diubah jadi lebih berwarna agar younger generation friendly. Kalau dari sisi bahasa sih udah enak sekali dan mudah,” tutup Margie. (UI/Inan)

Check Also

kampus-ui

Detergen Cair Ramah Lingkungan karya Mahasiswa UI

Depok – Penggunaan detergen atau bahan pembersih dalam kehidupan sehari-hari memberikan dampak buruk bagi lingkungan. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *