Rabu , 18 Oktober 2017
Home / Kabar Kampus / Guru Besar Unpad Terima Penghargaan dari Presiden RI
Guru Besar Unpad Terima Penghargaan dari Presiden RI
Guru Besar Unpad Terima Penghargaan dari Presiden RI (Unpad dok.)

Guru Besar Unpad Terima Penghargaan dari Presiden RI

Edupost.id – Guru Besar Ilmu Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Unpad, Prof. Dr. Bagir Manan, S.H., MCL., menerima penghargaan Bintang Mahaputera Adipradana dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, (15/8). Penghargaan ini diberikan untuk menghargai mereka yang secara luar biasa menjaga keutuhan Negara Kesatuan RI.

Prof. Bagir Manan tercatat sebagai Ketua Mahkamah Agung RI Periode Tahun 2001 – 2008. Beliau juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pers Tahun 2010-2016, dan menjadi Hakim Agung di Tahun 2000-2008 serta Anggota Komisi Ombudsman Nasional di Tahun 2000.

Pada kesempatan tersebut, selain Prof. Bagir Manan, Presiden juga memberikan penghargaan yang sama kepada Anggota Dewan Pertimbangan Presiden periode 2014-2017 alm. Hasyim Muzadi. Presiden juga memberikan penghargaan Bintang Mahaputera Utama diberikan kepada Ketua MA bidang Yudisial 2004-2008 Marianna Sutadi. Bintang Jasa Utama diberikan ke Wakil Gubernur Kalimantan Barat periode 2008-2013 dan 2013-2018 Christiandy Sanjaya. Bintang Penegak Demokrasi diberikan kepada Komisioner Komisi Pemilihan Umum RI periode 2012-2017 Hadar Nafis Gumay. Terakhir, Bintang Budaya Parama Dharma diberikan ke almarhum Soerjatmoko (filsuf, pendidik) almarhum Dullah (pelukis) dan Toety Heraty Noerhadi Roosseno (penulis).

Rektor Unpad, Prof. Tri Hanggono Achmad beserta civitas academica dan tenaga kependidikan di lingkungan Universitas Padjadjaran turut memberikan selamat. Penghargaan ini diharapkan menjadi inspirasi dan teladan bagi seluruh civitas academica Unpad dalam rangka pengabdian kepada bangsa dan masyarakat. (Unpad/ IK-SS)

 

Check Also

Universitas Padjajaran (unpad)

Dua Peneliti Unpad Raih Prestasi di Kancah Internasional

Edupost.id – Dua peneliti Universitas Padjadjaran (Unpad) meraih prestasi di kancah internasional. Dua peneliti tersebut yaitu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *