Jumat , 20 Januari 2017
Home / Kabar Kampus / Hamdan: Tidak Boleh Ada yang Menghalangi Pers Liput Pemilwa

Hamdan: Tidak Boleh Ada yang Menghalangi Pers Liput Pemilwa

Edupost.ID, Sleman—Pemilwa UIN Sunan Kalijaga tidak terbuka bagi media massa. Dalam peraturan yang dibuat Panitia Pemilihan Umum Mahasiswa (PPUM) disebutkan bahwa pers tidak boleh meliput. Sehingga jalannya pencoblosan, penghitungan suara, dan hasilnya tidak langsung diketahui oleh civitas mahasiswa. Berbeda dari pemilu Indonesia yang proses penghitungan suaranya bisa disaksikan oleh masyarakat.

“Siapapun orangnya, siapapun pihaknya, menghalangi atau menutup akses kepada wartawan atau pihak pers untuk mendapat informasi adalah orang yang tidak tahu aturan,” tutur Hamdan Daulay, Dosen Komunikasi Politik, UIN Sunan Kalijaga.

Hamdan menjelaskan, bahwa panitia pemilwa seharusnya tidak menutup akses pers. Ia menambahkan, tugas pers adalah menyajikan informasi, melakukan kontrol sosial, dan sebagai media hiburan.

Selanjutnya ia menerangkan, orang atau pihak yang menghalang-halangi berarti ada dua kemungkinan. Pertama, mereka tidak tahu apa tugas pers. Bisa dikatakan stupid (bodoh). Kedua, arogan (sombong) atau tahu tugas pers tapi menolak adanya pers. Sehingga membuat kebijakan yang otoriter.

“Belum menjabat apa-apa sudah otoriter,” tutup Hamdan Daulay. (Fitri)

Check Also

SBMPTN

Siswa Juara Kabupaten dapat Masuk Jalur Prestasi UNNES

Edupost.ID – Universitas Negeri Semarang (Unnes) tahun ini kembali membuka Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Mandiri …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *