Sabtu , 19 Agustus 2017
Home / Kabar Kampus / Hanya UI dan ITB yang Masuk 500 Universitas Kelas Dunia
Institut Teknologi Bandung (ITB)
Institut Teknologi Bandung (ITB)

Hanya UI dan ITB yang Masuk 500 Universitas Kelas Dunia

Edupost.id – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti), Moh. Nasir mengatakan, dari sekitar 4.500 perguruan tinggi di Indonesia, hanya dua yang berhasil masuk ke peringkat 500 world class university. Dua universitas yang dimaksud Nasir yakni Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Hal ini diungkapkan Nasir dalam Ceramah Kebijakan Pendidikan Nasional Untuk Peningkatan Daya Saing Bangsa Menuju Indonesia Berkemajuan, dalam rangkaian Tanwir Muhammadiyah di Islamic Center Ambon.

Ditambahkan, kedua perguruan tinggi negeri tersebut berhasil masuk dalam hitungan 500 universitas terbaik di dunia, dikarenakan mampu menghasilkan inovasi-inovasi baru hasil riset dan teknologi, yang merupakan terobosan-terobosan baru penelitian dan pengembangan dalam berbagai bidang ilmu.

“Selanjutnya, Kemenristekdikti tetap akan terus mendorong perguruan tinggi yang telah terakrditasi A, untuk juga mampu melakukan inovasi dan terobosan-terobosan baru, sehingga dapat menembus ranking 500 World Class University tersebut,” ujar Nasir dalam siaran persnya.

Mantan Rektor UNDIP Semarang ini juga mengapresiasi langkah Muhammadiyah selama ini dalam kontribusinya untuk pembangunan SDM Indonesia. Muhammadiyah selama ini telah melakukan kerja nyata memajukan bidang pendidikan tinggi di Indonesia. Salah satunya dengan adanya rencana pembangunan universitas di Maluku, di Desa Wakal, Kabupaten Maluku Tengah.

“Kami sangat mendukung perhatian Muhammadiyah untuk mendirikan universitas di Maluku, khususnya di Pulau Ambon. Semoga langkah ini dapat memajukan daya saing Indonesia dalam pendidikan,” katanya.

Menteri Nasir juga kembali menegaskan upayanya dalam memberantas peredaran ijazah palsu. Kemenristekdikti dalam hal ini telah melaksanakan program Penomoran Ijazah Nasional (PIN) yang diharapkan akan menekan tingginya penyebaran ijazah palsu di tanah air. (Andi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *