Rabu , 13 Desember 2017
Home / Kabar Kampus / Helm Pintar Inovasi Mahasiswa ITB Ini Bisa Deteksi Kecelakaan

Helm Pintar Inovasi Mahasiswa ITB Ini Bisa Deteksi Kecelakaan

BANDUNG- Tim Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) menciptakan penemuan terbaru berupa helm pintar pendeteksi kecelakaan. Salah satu inovasi terpilih pada ITB Innovation Move ini diharapkan bisa menekan angka kecelakan yang kerap menimbulkan korban.

Tim mahasiswa tersebut yakni Angga Pratama Putra dan Nazmi Febrian dari jurusan Teknik Elektro, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI). Kemudian ada Fadhel Adlansyah dari jurusan Fisika Teknik, fakultas Teknologi Industri (FTI) dan Ady Setyawan dari jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV), Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD).

Tim tersebut menggunakan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) dalam Smart Helmet buatan mereka. Helm pintar ini terhubung dengan aplikasi pada smartphone dan bekerja dengan mengintegrasikan mikrokontroler dan macam-macam sensor seperti IMU dan GPS.

Helm ini bekerja dengan Fitur Accident Detection System yang mampu mengidentifikasi perubahan kecepatan yang tidak wajar. Bila tidak ada respons dari pengguna dalam rentang waktu tertentu, maka sistem secara otomatis akan mengirimkan pesan berisi lokasi dan waktu terjadinya kecelakaan kepada kontak yang sudah didaftarkan user.

Setelah pesan terkirim, sistem pada Smart Helmet akan menelepon nomor tersebut. Bila pengguna helm masih sadar, maka dia bisa mengabari kondisinya dan meminta bantuan.

Selain melakukan panggilan, helm canggih ini juga bisa menyimpan semua data tentang kecelakaan seperti lokasi rawan kecelakaan, frekuensi kecelakaan dan data lalu lintas di sekitarnya. Nantinya, data tersebut bisa digunakan berbagai pihak terkait seperti kepolisian dan rumah sakit. Bahkan, informasi itu juga bisa ditampilkan di website untuk dimanfaatkan masyarakat luas.

Smart Helmet ini juga berguna untuk memantau kondisi lalu lintas di lintasan yang akan dilalui. Sistem akan menginformasikan suasana jalan seperti apakah ada kemacetan atau tidak melalui speaker pada bluetooth headset yang terintegrasi dengan helm. (RR/IK)

Check Also

Tahun 2018 Semua Sekolah Harus Terapkan Kurikulum 2013

Edupost.id – Pada tahun 2018 semua sekolah di Indonesia sudah harus menerapkan Kurikulum 2013. Hal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *