Minggu , 26 Maret 2017
Home / Kabar Kampus / Hemat Air, Mahasiswa UGM Kembangkan Irigasi dengan Olla

Hemat Air, Mahasiswa UGM Kembangkan Irigasi dengan Olla

YOGYAKARTA – Untuk menghemat kebutuhan air untuk pertanian (irigasi), mahasiswa Jurusan Teknik Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Kurnia Subekti merancang metode irigasi alternatif. Ia mengembangkan irigasi menggunakan olla (kendi) yaitu OFERS (Ollas Fertigation System), sistem yang menggabungkan irigasi bersamaan dengan pemberian pupuk.

Menurut teori Daka (1991), penggunaan olla sebagai media irigasi dapat menghemat hingga 70 persen air dibanding penyiraman dengan menggunakan ember dan sprinkler.

“Sistem irigasi ini memanfaatkan sifat porus dari dinding tanah liat untuk mengalirkan air secara perlahan-lahan, sehingga persentase air yang hilang melalui perkolasi dan evaporasi sangat sedikit bila dibandingkan dengan sistem irigasi konvensional,” terang Kurnia.

Ia memaparkan, sistem OFERS ini mempertimbangkan karakteristik fisik olla serta integrasinya dengan sistem irigasi otomatis, agar air dan nutrisi dapat selalu tersedia dalam jumlah, saat dan kualitas yang tepat untuk tanaman.

Kurnia menyampaikan, hasil pengamatan irigasi olla terhadap pertumbuhan tanaman tomat selama dua bulan menunjukkan respon yang berbeda pada tiap perlakuan. Tanaman dengan jarak penanaman 10 dan 5 cm dari olla menunjukkan laju pertumbuhan yang tinggi dan telah mulai berbunga pada umur 7 minggu. Perlakuan dengan jarak tanam 10 cm dari kendi menunjukkan hasil yang paling tinggi. Hal tersebut dikarenakan terdapat ruang akar untuk berkembang dan tidak terjadi perebutan makanan antara tanaman satu dengan yang lain.

Karena itu, Kurnia menilai, potensi penggunaan OFERS di Indonesia sangat besar mengingat masih banyak wilayah yang mengalami kekeringan. Penggunaan air pada sistem irigasi olla sangat hemat dan efisien bila dibandingkan dengan sistem irigasi konvensional. Hal tersebut terbukti dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa sistem irigasi konvensional pada lahan pasiran tidak dapat mendukung pertumbuhan tanaman, diduga karena kekurangan pasok air dan nutrisi. (UGM/IK-SS)

Check Also

fahimudin kholida man 3 bantul

Dua Siswa MAN 3 Bantul Raih Emas World Mathematics Invitational 2017

Edupost.ID – Dua siswa MAN 3 Bantul kembali berprestasi di kancah nasional setelah berhasil meraih …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *