Selasa , 24 Januari 2017
Home / Kabar Kampus / INA Shunt Temuan UGM, Solusi bagi Penderita Hidrosefalus

INA Shunt Temuan UGM, Solusi bagi Penderita Hidrosefalus

Edupost.id – Penyakit hidrosefalus yang umumnya diderita bayi-bayi di Indonesia mengundang keprihatinan peneliti UGM, Paulus Sudiharto. Ia mengembangkan INA Shunt untuk membantu pasien penderita hidrosepalus di masa perawatan.

INA Shunt merupakan sebuah selang yang memiliki katup celah berbentuk semilunar dan diantaranya terdapat tonjolan antiselip. Katup semilunar ini terpasang pada sistem pompa dan selang kateter yang berfungsi mengalirkan cairan otak penderita hidrosefalus yang berlebihan.

Menurutnya, INA Shunt merupakan sistem yang aman dipasang pada bayi berusia 10 hari hingga dewasa dengan syarat pasien dalam kondisi stabil. Pemasangan sistem pompa dari otak hingga perut dapat mengalirkan volume cairan otak pasien hidrosefalus hingga setengahnya. INA Shunt karya Paulus, ahli bedah syaraf di RSUP Dr. Sardjito ini telah diproduksi secara massal dan digunakan di berbagai rumah sakit di Indonesia.

“Ini merupakan sistem katup celah semilunar yang tidak hanya terjangkau, tapi juga dapat mengurangi tingkat risiko pada perawatan pasien hidrosefalus,” ujar Sudiharto. Ia mengungkapkan, INA Shunt sebenarnya telah dipatenkan pada September 2009 dan dikembangkan sejak 1978. Hingga kini telah dipasang pada 10 ribu pasien hidrosefalus.

“Beragam penyebab dan beragam usia, ada yang cacat sejak lahir, pendarahan di otak, infeksi, meningitis, tumor atau cedera kepala. Banyak bentuk dari hidrosefalus karena dari terhambatnya cairan serebrospinal di ventrikel (otak bagian tengah),” ungkapnya.

Sudiharto menjelaskan, satu-satunya cara terbaik mengobati penyakit hidrosefalus  adalah operasi.  Dengan operasi maka dapat menghilangkan pengumpulan cairan otak yang berlebihan di dalam tengkorak. Operasi dilakukan dengan memasang pompa dan selang khusus untuk mengalirkan cairan.

Kasubdit Inkubasi Direktorat Pengembangan Usaha dan Inkubasi UGM, Wirawan menyatakan, INA Shunt merupakan bukti bahwa penemuan riset akademisi dapat dihilirkan ke masyarakat setelah melalui beberapa tahap uji. Karena itu, proses hilirisasi senantiasa berharap dukungan penuh dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi melalui program hibah “Penguatan Inovasi Perguruan Tinggi di Industri”. (UGM/IK-SS)

Check Also

UGM Siap Lakukan Lompatan Wujudkan Kejayaan Indonesia

UGM Siap Lakukan Lompatan Wujudkan Kejayaan Indonesia

Edupost.ID – Rektor UGM, Dwikorita Karnawati, mengatakan UGM siap melakukan lompatan besar menyongsong kejayaan Indonesia …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *