Senin , 24 Juli 2017
Home / Kabar Kampus / Indonesia Rawan Bencana, UI Kupas Mitigasi

Indonesia Rawan Bencana, UI Kupas Mitigasi

Edupost.ID, Depok – Indonesia memiliki kerawanan bencana yang cukup tinggi. Karena itu, dibutuhkan sinergisitas masyarakat, pemerintah, lembaga swasta dalam mitigasi bencana. Hal tersebut menjadi bahasan dalam seminar yang diadakan Himpunan Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (HMIKS FISIP UI), (9/10) di UI.

Seminar yang bertemakan “Menciptakan Sinergitas Masyarakat dan Pemerintah Dalam Mitigasi Bencana” tersebut menghadirkan Widowati, Marlina Adisty, dan Rissalwan Habdy Lubis.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan dari Program Manajer Humanitarian Forum Indonesia, Widowati memaparkan, 70 persen bencana terjadi karena hidrometeorologi dan karena ulah manusia, dengan menyebutkan sumber dari Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB). Ia menambahkan, pemerintah, masyarakat, dan lembaga sosial memiliki peran masing-masing.

Sedangkan menurut Marlina perwakilan dari BNPB, Indonesia merupakan salah satu negara paling rawan bencana di dunia. Ia menjelaskan, jumlah kejadian bencana di Indonesia periode 1982-2012 terus meningkat. “Menurut sumber dari UN-ISDR pada tahun 2010, Indonesia merupakan salah satu negara paling rawan bencana,” ulasnya. Masyarakat sebaiknya, mengubah paradigma bahwa bencana itu memang takdir Tuhan, namun juga menerapkan penanggulangan terhadap bencana tersebut.

Dalam kesempatan tersebut juga menghadirkan akademisi dan praktisi kebencanaan UI, Rissalwan, yang menjelaskan bahwa mitigasi sangat bermanfaat bagi masyarakat. Mitigasi dilakukan sebelum bencana. “Mitigasi itu bisa membuat kita paham untuk tidak menjadi korban bencana,” ujarnya. Ia menambahkan, kita perlu membuat orang sadar akan bencana dengan mitigasi. (Reza)

Check Also

Guru garis Depan

SK CPNS Guru Garis Depan Telah Resmi Ditetapkan

Edupost.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah resmi menetapkan Surat Keputusan (SK) bagi 2.806 Guru …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *