Minggu , 22 April 2018
Home / Kabar Kampus / Inovasi ITB Ini Bisa Deteksi Penyakit hanya dari Handphone
Inovasi ITB Ini Bisa Deteksi Penyakit hanya dari Handphone
Inovasi ITB Ini Bisa Deteksi Penyakit hanya dari Handphone

Inovasi ITB Ini Bisa Deteksi Penyakit hanya dari Handphone

Edupost.id – Tim mahasiswa ITB berhasil meraih medali emas di ajang World Invention and Technology Expo (WINTEX) 2018 berkat inovasi mereka, Dr. Tania. Kompetisi inovasi internasional ini diikuti berbagai negara diantaranya Malaysia, Singapore, India, Korea, USA, dan Sri Lanka.

Tim ini terdiri dari Naufalino Fadel Hutomo, Pebriani Artha, Lintang Kusuma Pratiwi, dan Febi Agil Ifdillah. Berawal dari niat hanya mencari jejaring dan investor, tak disangka Dr. Tania justru menjadi salah satu peraih medali emas dari kurang lebih 100 proyek inovasi lainnya. 

Dr. Tania adalah aplikasi untuk mendiagnosa penyakit tanaman melalui foto. Menurut mahasiswa program studi Sistem Teknologi Informasi, Pebriani Artha, konsep aplikasi ini layaknya petani yang sedang berbincang dengan dokter. Cukup mengirim foto tanaman yang sakit, aplikasi ini akan memberi tahu tanaman tersebut terkena penyakit apa, bagaimana gejalanya, dan bagaimana cara penanganannya.

“Ceritanya aplikasi ini kan dokter, jadi nanti dia bisa jelaskan semuanya. Kalau gak tahu penyakitnya, bisa diklik lagi untuk penjelasannya. Bahkan ada juga rekomendasi produk yang tepat untuk menanganinya,” urainya.

Penemuan ini mampu menjadi solusi bagi petani karena tak membutuhkan waktu lama untuk bisa mengetahui penyakit apa yang menyerang tanaman. Maka aplikasi ini lahir dalam bentuk chatbot agar memudahkan para penggunanya. Meski saat ini Dr. Tania hanya tersebar di kalangan terbatas, kedepannya aplikasi ini diharapkan bisa diunduh secara umum di playstore.

“Tapi nanti akan kami beri keterangan di kotak deskripsinya. Aplikasi ini baru bisa mengidentifikasi penyakit-penyakit di beberapa tanaman saja, seperti tomat, anggur, strawberry, jagung, kentang, ceri, dan raspberry,” jelasnya.

Mendiagnosa penyakit hanya melalui visual memang menjadi kesulitan tersendiri. Terlebih dengan keterbatasan data yang dimiliki. Walau begitu, menurut mahasiswa program studi Teknik Informatika, Febi Agil Ifdillah, berdasarkan percobaan-percobaan dan hasil tes yang sudah dilakukan, aplikasi ini memberikan hasil yang cukup akurat.

Check Also

Institut Teknologi Bandung (ITB)

Kiprah Tim Aksantara ITB Harumkan Negeri

Edupost.id – Aksantara yang berarti “Penjaga Langit Nusantara” ini lahir di bawah Keluarga Mahasiswa Penerbangan (KMPN) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

=[Tutup Klik 2x]=