Kamis , 24 Agustus 2017
Home / Kabar Kampus / IPB Buka Dua Program Studi Baru Tahun Ini
Institut Pertanian Bogor (IPB)
Institut Pertanian Bogor (IPB)

IPB Buka Dua Program Studi Baru Tahun Ini

Edupos.id, Bogor – Tahun ini, Institut Pertanian Bogor (IPB) membuka dua program studi (Prodi) baru, yakni Program Studi Aktuaria dan Program Studi Teknologi Hasil Ternak (THT). Program Studi Aktuaria di bawah naungan Departemen Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), sedangan Program Studi THT berada di bawah naungan Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan (IPTP) Fakultas Peternakan (Fapet).

“Kedua prodi ini baru dibuka untuk jalur Ujian Talenta Masuk IPB (UTMI) 2016 dengan kuota masing-masing prodi 40 orang. Sementara itu, untuk program Pendidikan Diluar Domisili (PDD) IPB di Sukabumi, kuota yang disediakan adalah 30 orang untuk masing-masing prodi (Agronomi dan Hortikultura, AGH dan Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, ESL). Jadi, tambahan kuota mahasiswa baru tahun ini ada 140 orang,” ujar Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan IPB, Yonny Koesmaryono.

Ada lima perguruan tinggi negeri yang mendapat mandat dari Kemenristekdikti untuk membuka prodi aktuaria yakni IPB, UI, UGM, ITS dan ITB. Program studi S1 Aktuaria IPB merupakan program sarjana bidang aktuaria pertama di Indonesia. Seperti halnya dokter, insinyur, pilot, penyuluh dan beberapa profesi lain, ahli aktuaria (aktuaris) merupakan profesi yang berkembang seiring dengan semakin majunya peradaban dan semakin beragamnya kebutuhan manusia.

Yonny mengatakan, aktuaris sering disebut sebagai arsitek finansial atau ahli matematika sosial. Sebutan ini, terang Yonny, dikarenakan kombinasi daya analisis dan kemampuan bisnis unik yang mereka miliki dalam menghadapi tantangan finansial dan sosial yang makin berat dan beragam.

Sementara itu, IPB pernah memiliki Program Studi THT hingga tahun 2005. Karena ada restrukturisasi, prodi tersebut dilebur dengan Departemen IPTP. Hal yang sama terjadi juga di seluruh perguruan tinggi lain yang memiliki Fakultas Peternakan.

“Tahun ini, kita re-open lagi prodi THT karena kebutuhan dan konsumsi kita terhadap hasil ternak yang besar. Prodi THT memiliki tugas menyiapkan tenaga terdidik dan terampil untuk mengembangkan inovasi dan kreativitas dalam pengembangan pengolahan hasil ternak. Kehadiran Program Studi THT memperluas bidang keilmuan dan pelengkap hulu-hilir di Departemen IPTP,” ungkap Dekan Fakultas Peternakan, Yamin.

Untuk mendapatkan gelar sarjana dari kedua program studi ini, mahasiswa harus menyelesaikan masa studi selama empat tahun atau 146 SKS untuk Sarjana Aktuaria dan 144 SKS untuk Sarjana Peternakan. (IK-SS)

Check Also

Kemenag Siapkan Beasiswa S2 untuk Guru Madrasah

Edupost.id – Kementerian Agama melalui Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah membuka program beasiswa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *