Rabu , 20 September 2017
Home / Kabar Kampus / IPB Latih Siswa Tuna Rungu Kreasikan Batik Garut Istimewa
IPB melatih siswa tuna rungu membuat Batik Garut Istimewa (foto: IPB)
IPB melatih siswa tuna rungu membuat Batik Garut Istimewa (foto: IPB)

IPB Latih Siswa Tuna Rungu Kreasikan Batik Garut Istimewa

Edupost.id, Bogor – Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Institut Pertanian Bogor (IPB) memberi pelatihan membuat Bagaris (Batik Garut Istimewa ) bagi siswa tuna rungu dari SLB YGP B-C BL, Limbangan, Kabupaten Garut. Terdapat lima motif yang diajarkan yaitu Sari Mukti Bunga, Kopi Pecah, Motif Gambir Saketi, dan Motif Limar.

Kreasi batik ini dihasilkan empat mahasiswa tim PKM dan satu sukarelawan serta 17 siswa tuna rungu dari lima SLB dari Yayasan Galeuh Pakuan. Yayasan ini menaungi lima SLB yang berbeda yaitu SLB Limbangan, SLB Cibatu, SLB Kurnia, dan SLB Salawi. Keempat mahasiswa tersebut diantaranya Gustini Suryaningsih, Aditya Dwi Gumelar, Rinto Hoiruddin Harahap, dan Ilham Maulidin, serta Kania Gita Lestari sebagai sukarelawan.

“Batik tulis Garut mempunyai banyak keistimewaan dari segi motif dan warnanya. Sangat disayangkan apabila batik tulis Garut tidak dilestarikan atau tidak diwariskan ke generasi selanjutnya. Di sisi lain kami melihat penyandang disabilitas kesulitan mendapatkan pekerjaan usai lulus dari sekolah luar biasa, padahal mereka memiliki keterampilan memadai di dunia kerja. Oleh karena itu, PKM ini selain sebagai langkah awal kami untuk melestarikan budaya batik tulis Garut juga untuk membantu para penyandang disabilitas,” ungkap Gustini dalam siaran pers.

Tim IPB sempat mengalami kesulitan dalam menyampaikan materi membatik kepada siswa tuna runggu karena kendala bahasa. Siswa tuna rungu yang dibina tidak bisa mendengar dan tidak bisa bicara sehingga tim IPB berkomunikasi dengan mereka melalui gerakan tangan atau bahasa isyarat. “Kami mempersiapkan materi membatik secara matang sehingga mudah dipahami dengan baik oleh siswa tuna runggu dan proses membatiknya bisa cepat serta tepat,” terangnya.

Untuk pemasaran produk Bagaris, tambah Gustini, pihaknya bekerjasama dengan Butik Ratna Sari, Garut. Selain itu, butik ini juga bersedia menampung peserta yang telah mahir untuk bekerja di sana. “Salah satu rumah produksi Batik Garut (Batik Beken) juga akan membantu dalam hal pemasaran batik tulis karya siswa penyandang tuna rungu,” tambahnya. (IPB/ IK-SS)

Check Also

KB-TK-IT-Nurul-Fikri-Praktik-Jualan-2

Kemendikbud Gandeng UPI dan IPB Kembangkan PAUD

Edupost.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *