Selasa , 21 November 2017
Home / Kabar Kampus / ISI Pamerkan Kearifan Lokal Jemparingan hingga Gathot Thiwul

ISI Pamerkan Kearifan Lokal Jemparingan hingga Gathot Thiwul

Edupost.ID – Kearifan lokal yang merupakan bagian dari kekayaan Indonesia, keberadaannya kini semakin dilupakan. Sebagai generasi penerus, harusnya pemuda memahami kearifan lokal. Karena itu, Mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Seni Indonesia mengadakan pameran bertajuk Sakral (Semarak Kearifan Lokal) pada Senin (1/6) hingga Kamis (4/6) di Benteng Vredeburg.

Pameran dibuka setiap hari mulai pukul 10. Siang istirahat, buka kembali pukul 4 sore hingga 11 malam.

“Ada 17 karya yang dipamerkan di sini,” kata Stanley, sekretaris pameran.

Masing-masing karya menampilkan kearifan lokal di Yogyakarta. Banyak dari karya itu yang namanya terdengar asing. Misalnya olahraga atau seni panahan tradisional Jemparingan, kuliner tradisional Gathot-thiwul, dan alat musik Rindang.

Jemparingan berasal dari kata Jemparing (Bahasa Jawa) yang berarti panahan. Seni panahan ini melibatkan olah rasa dalam prakteknya, tidak hanya olah raga. Ini berasal dari tradisi Keraton. Cara memanahnya yaitu pemanah duduk, mengayunkan busur 90 derajat, tangan kanan menarik panah sampai ke pipi. Perbedaannya pemanah mengenakan pakaian adat/tradisional. (Nurfi)

Check Also

Beasiswa S2 dan S3 Universiti Tenaga Nasional di Malaysia

Edupost.id – Universiti Tenaga Nasional (UNITEN) Malaysia menawarkan skema UNITEN BOLD POSTGRADUATE SCHOLARSHIP kepada pelajar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *