Kamis , 21 September 2017
Home / Kabar Kampus / ITS Terima Lulusan Pesantren dari Program Santri Berprestasi
ITS-Terima-Lulusan-Pesantren-melalui-Program-Santri-Berprestasi
ITS Terima Lulusan Pesantren dari Program Santri Berprestasi (foto: ITS)

ITS Terima Lulusan Pesantren dari Program Santri Berprestasi

Edupost.id – Tahun ini, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menerima 15 mahasiswa baru lulusan pesantren melalui Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB). Beasiswa ini memberikan kesempatan bagi para santri dari seluruh Indonesia untuk mengenyam pendidikan di ITS dengan biaya penuh dari Kementerian Agama.

Penerima beasiswa ini adalah santri yang mengenyam pendidikan di Madrasah Aliyah (MA) yang berafiliasi dengan pondok pesantren. Para mahasiswa tersebut nantinya akan tergabung dalam naungan Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs (CSSMoRA).

Santri yang memperoleh beasiswa ini didominasi pesantren dari Jawa Timur seperti Jombang, Mojokerto, Lamongan, Gresik, Sidoarjo, Ngawi, Madiun, Blitar, dan Malang. Namun, ada juga dari kota-kota lain seperti Rembang, Kudus di Jawa Tengah dan dari luar pulau Jawa, seperti Lombok, serta Bone di Sulawesi Selatan.

Kelima belas santri tersebut telah diseleksi secara ketat melalui mekanisme khusus oleh Kementerian Agama. Mulai dari seleksi berkas dan nilai rapor, hingga seleksi secara tertulis. Bahkan sejak sebulan yang lalu, para santri tersebut juga menjalani matrikulasi untuk menyetarakan kemampuan akademiknya. Hal ini agar mereka bisa bersaing dengan mahasiswa dari jalur lain, seperti SNMPTN dan SBMPTN.

“Kalian adalah bagian dari generasi pilihan. Karena untuk mendapatkan kursi ini tidak mudah. Kalian harus bersaing dengan santri-santri yang lain. Jadi ini adalah prestasi saudara atas izin Allah,” ujar Joni, Rektor ITS.

Menurut Human Development Index, tambah Joni, Indonesia berada di peringkat paling rendah. Hal ini karena banyak penduduk Indonesia yang tidak mengenyam pendidikan formal seperti SD, SMP, dan SMA. “Sehingga yang pesantren gak dihitung. Tapi bagi saya itu bodo amat. Belajar di pesantren itu menurut saya bagus, tapi lebih bagus lagi kalo dipoles dengan ilmu duniawi,” ujarnya. (ITS/ IK-SS)

Check Also

ITS Borong Dua Gelar Juara di Ajang NUDC 2017

ITS Borong Dua Gelar Juara di Ajang NUDC 2017

Edupost.id – ITS mendapat dua gelar juara dalam kompetisi debat Bahasa Inggris, National University Debating …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *