Selasa , 19 Juni 2018
Home / Kabar Kampus / Jadi Pembicara di Taiwan, Rektor UMY : Islam Agama Perdamaian
Rektor UMY. Gunawan Budiyanto, saat dalam acara NCKU World Islam Campus Summit 2018, pada Rabu-Kamis, (6-7/6) di National Cheng Kung University, Taiwan.

Jadi Pembicara di Taiwan, Rektor UMY : Islam Agama Perdamaian

Edupost.id – Islam adalah agama perdamaian dan toleransi. Sebagai contoh Muhammadiyah adalah gerakan Islam dengan semangat tajdid, yang kelahirannya diilhami dan disemangati oleh ajaran Islam itu sendiri. 

Demikian dikatakan Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Gunawan Budiyanto,saat menyampaikan ide tentang “Building A University Campus with Multicultural Understanding, Respect and Inclusiveness in the 21st Century in Asia” dalam acara NCKU World Islam Campus Summit 2018, pada Rabu-Kamis, (6-7/6) di National Cheng Kung University, Taiwan.

“Seluruh gerak Muhammadiyah tidak ada motif lain kecuali semata-mata untuk merealisasikan prinsip-prinsip ajaran Islam,” ujarnya dikutip dari siaran pers yang diterima Edupost.id, Rabu (6/6)

Gunawan yang merupakan salah satu Pembicara Kunci bersama Prof. Dr. Oussouby Sacko, Presiden Kyoto Seika University, Jepang dan Prof. Huey-Jen Jenny Su, Presiden, National Cheng Kung University, Taiwan, juga mengungkapkan bahwa Islam selalu bicara keragaman, kemanusiaan dan semua aspek kehidupan manusia.

Di depan peserta yang mayoritas akademisi dan mahasiswa dari berbagai negara di dunia, Gunawan juga mengatakan bahwa kampus UMY sebagai kampus Islam dan merupakan bagian dari Muhammadiyah membuka diri untuk keberagaman tersebut. 

Menurut Gunawan, UMY juga menjalin kerjasama dengan Perdana Global Peace Foundation (PGPF) menyelenggarakan Mahatir Global Peace School yang bicara masalah kemanusiaan, tanpa memandang latar belakang ras, budaya, apalagi latar belakang agama.

“Jadi sebagai kampus Islam, kami sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan yang memang bersumber dari Agama Islam itu sendiri,” imbuhnya. 

Yordan Gunawan, Direktur Kantor Urusan Internasional UMY, mengatakan, selain mengundang mahasiswa asing dari berbagai latar belakang untuk belajar di UMY, kampus ini juga rutin menyelenggarakan acara yang bersifat pertukaran kebudayaan. Misalnya, International Cultural and Culinary Festival dan Colombia Coffee.

Menurutnya, ini adalah salah satu bentuk diplomasi (Gastro Diplomacy)  yang membuat semua sivitas akademika di kampus UMY, yang berasal dari banyak negara, untuk bisa saling memahami dan mengakrabkan satu dengan yang lainnya yang memiliki budaya berbeda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

=[Tutup Klik 2x]=