Senin , 26 Juni 2017
Home / Kabar Kampus / Karya Ilmiah Mahasiswa ITS Ini Sabet Medali Emas di Korea

Karya Ilmiah Mahasiswa ITS Ini Sabet Medali Emas di Korea

SURABAYA – Tiga mahasiswa ITS telah mengharumkan bangsa di kancah internasional dalam Kompetisi Karya Ilmiah di Korea. Mereka berhasil meraih medali emas dalam kompetisi bertajuk World Inventor Innovation Contest.

Ketiga mahasiswa itu adalah Roni Vayayang, Novia Amalia Sholeha, dan Widyawati Putri Cahyani. Mereka mengambil topik tentang penuntasan permasalahan air di Surabaya dan kualitas garam di Pulau Madura. Mereka mengusulkan ide Optimalisasi Kolam Garam Pulau Madura Melalui Penggunaan Polimer Ber-filler silica.

Roni menerangkan, cara ini dapat meningkatkan kualitas sekaligus produktivitas garam asal pulau tersebut. ”Sehingga garam yang dihasilkan tak perlu lagi masuk pabrik, karena sudah bisa langsung digunakan,” tuturnya.

Timnya meyakini, metode pengolahan garam yang berbeda itu dapat membantu produktivitas panen bila terjadi cuaca mendung sekalipun. Menurutnya, bila petani dapat menghasilkan kualitas garam yang bagus dengan kandungan yodium yang tinggi, hal ini akan meningkatkan nilai jual garam. ”Karena melalui metode ini akan dihasilkan garam yang lebih putih dan bersih,” ucap Roni.

Tim ITS yang dipimpin Roni adalah satu dari enam tim asal Indonesia yang mengikuti kompetisi tersebut. Namun, setelah dinyatakan lolos pasca pengiriman abstrak, tim ini tidak bisa pergi ke Korea untuk melakukan presentasi proyek dan penganugerahkan special award karena terhambat dana.

Belum lama ini, Roni dan rekan timnya yang berasal dari Jurusan Teknik Lingkungan, Lucky Caesar Direstiyani, menerima penghargaan International Young Inventor Award (IYIA) di Jakarta. Saat itu, Indonesia menjadi tuan rumah bagi 127 tim peserta dari seluruh dunia. “Proses seleksi juga sama, mulai dari pengiriman abstrak bertema smart water recycling system lantas lolos dan menjalani presentasi di Jakarta,” ungkap Roni yang pulang membawa pulang medali perunggu ini.

Inovasi yang diajukannya ialah demi menuntaskan permasalahan air yang ada di Surabaya. Mengolah kembali air limbah rumah tangga menggunakan aerobic filtration, kolam penjernihan dengan tiga tahapan. “Tujuannya adalah agar air limbah rumah tangga ini dapat digunakan kembali untuk menyiram tanaman, mencuci dan lain sebagainya. Namun tidak untuk diminum,” urainya. (ITS/IK-SS)

Check Also

Rahasia Reptil Bisa Ganti-ganti Kelamin

Reptil Bisa Ganti-ganti Kelamin, Ini Rahasianya

Edupost.id – Pada sejumlah spesies reptil, perubahan suhu dapat menyebabkan pergantian jenis kelamin. Hal itu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *