Minggu , 23 Juli 2017
Home / Kabar Kampus / Kasus Keracunan Cepat Tertangani dengan SOLOR Ciptaan Mahasiswa UB

Kasus Keracunan Cepat Tertangani dengan SOLOR Ciptaan Mahasiswa UB

MALANG – Kasus keracunan makanan masih kerap terjadi, namun penanganannya masih terbilang lambat. Salah satu penyebabnya adalah karena waktu pengujian sampel di laboratorium yang terlalu lama. Hal ini melatarbelakangi lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) menggagas alat pendeteksi mikroba yang dinamakan “Smart Microbial Detector” (SOLOR).

Kelima mahasiswa itu ialah Ferina Irzani Auliawati (FTP 2012), Abdurochman Hidayat (PTIIK 2012), Ahmad Sirojuddin (FT 2012), Risky Dwi Indriyanti (FAPET 2011), Samsul Khoirul Anam (FT 2011).

SOLOR merupakan alat untuk mendeteksi jumlah koloni mikroba melalui metode hitungan cawan secara digital guna mewujudkan prinsip safety and security food di masyarakat. Alat ini didesain dengan sebuah piranti lunak berbasis Image Procesing yang memungkinkan total mikroba dapat terdeteksi dengan cepat sekaligus dengan mudah pengoperasiannya.

Ferina memaparkan, perbedaan alat mereka dengan alat sejenis yang lebih dulu beredar adalah cara kerjanya yang lebih efisien karena serba otomatis, meski dengan harga yang relatif terjangkau.

“Pada alat sejenis yang lebih konvensional, umumnya masih menggunakan sistem analog. Alat kami lebih modern karena sudah bersistem digital namun tetap murah,” jelasnya.

Ia menambahkan, alat lain yang sejenis dengan sistem digital biasanya mempunyai harga tinggi sehingga jarang digunakan di banyak laboratorium. “Selain itu alat kami juga didesain agar lebih friendly user,” terangnya.

Saat ini SOLOR tengah dalam proses pengajuan paten melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Brawijaya (LPPM-UB). Harapannya kedepan dapat dilakukan komersialisasi dan kerjasama dalam pengembangan inovasi SOLOR dengan lembaga terkait. (UB/IK-SS)

Check Also

Guru garis Depan

SK CPNS Guru Garis Depan Telah Resmi Ditetapkan

Edupost.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah resmi menetapkan Surat Keputusan (SK) bagi 2.806 Guru …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *