Minggu , 17 Desember 2017
Home / Kabar Kampus / Keseruan Olimpiade Olahraga Tradisional ke-9 Unpad
Olimpiade Olahraga Tradisional ke-9 Unpad
Olimpiade Olahraga Tradisional ke-9 Unpad (foto: Unpad)

Keseruan Olimpiade Olahraga Tradisional ke-9 Unpad

Edupost.id – Universitas Padjadjaran (Unpad) belum lama ini menggelar Olimpiade Olahraga Tradisional (Ootrad) ke-9 di kampus Jatinangor, (27-29/8). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pelaksanaan Dies Natalis ke-59 Unpad. Dalam kegiatan itu diadakan beberapa lomba, diantaranya sapta lomba yang terdiri dari 7 cabang olahraga tradisional.

Tujuh cabang lomba tersebut ialah egrang, ngagandong boboko, manggul beas, nyuhun suluh, nyuhun jukut, eyong, dan balap karung; lomba egrang kategori 50m, 100m, 200m, 400m, dan 1.500m; lomba tarik tambang; lomba galah asin; gelaran permainan Unpad Catur Main Bertiga Bergantian (U-Camaintian), serta lomba layangan adu.

Pelaksanaan Ootrad-9 Universitas Padjadjaran diawali dengan kegiatan aleut-aleutan (pawai) mengelilingi kampus Unpad dan Jalan Raya Jatinangor, (28/8). Selain diikuti fakultas dan unit kerja di lingkungan Unpad, aleut-aleutan juga dimeriahkan sejumlah mitra Unpad dan masyarakat Jawa Barat.

“Kami ucapkan terima kasih atas berbagai partisipasi, khususnya dari mitra strategis Unpad yang berkenan mengikuti kegiatan ini,” ucap Rektor.

Dengan melibatkan berbagai pihak dalam kegiatan ini, Rektor berharap sinergitas akan semakin kuat terbangun.  Melalui olimpiade olah raga tradisional, Unpad pun berusaha mendorong berbagai nilai baik yang berkembang  di masyarakat untuk membangun lingkungan dengan lebih baik lagi. “Unpad lahir bukan hanya untuk Unpad, tapi Unpad lahir untuk masyarakat,” ujar Rektor.

Dalam aleut-aleutan kali ini, setiap kontingen tampil meriah menunjukan kekhasannya masing-masing, mulai dari mengenakan pakaian seragam kontingen, membawa atribut yang menjadi ciri kontingen, hingga membawakan yel-yel meneriakan keunggulan kontingennya. Selain itu, kesenian khas Jawa Barat pun turut dibawakan oleh sejumlah kontingen, seperti tari-tarian khas Sunda, sisingaan, kuda renggong, dan oray liong.

Dalam kesempatan tersebut Ronnie mengatakan, kegiatan ini diikuti bukan hanya peserta dari seluruh unit kerja dan fakultas di lingkungan Unpad, tetapi juga masyarakat umum dari 12 Desa di Kecamatan Jatinangor, 12 Kota/Kabupaten di Jawa Barat, dan beberapa wilayah di Indonesia, serta perwakilan dari mitra kerja Unpad.

“Ada beberapa peserta dari komunitas pegiat layang-layang dari Jakarta, Bogor, Cianjur, Sukabumi, dan Sidoarjo. Bahkan ada pula peserta lomba egrang yang berasal dari Kalimantan,” ujar Ronnie. (Unpad/IK-SS)

Check Also

Pakar Hukum Unpad Dianugerahi Habibie Award

Pakar Hukum Unpad Dianugerahi “Habibie Award”

Edupost.id – Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Padjadjaran (UNpad), Prof. Bagir Manan dianugerahi “Habibie Award …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *