Senin , 23 Oktober 2017
Home / Kabar Kampus / Ketua MPR Bahas “Dua Dekade Desentralisasi” di Universitas Trilogi
Ketua MPR RI foto Bersama Rektor Universitas Trilogi
Ketua MPR RI bersama Rektor Universitas Trilogi (foto: Universitas Trilogi)

Ketua MPR Bahas “Dua Dekade Desentralisasi” di Universitas Trilogi

Edupost.id, Jakarta – Otonomi daerah di Indonesia akan memasuki dua dekade. Ini  artinya kekuasaan pusat yang telah didistribusikan di daerah akan membawa berbagai dampak. Pembahasan tersebut diulas dalam seminar “Dua Dekade Desentralisasi” yang digelar Universitas Trilogi pada Senin-Selasa (28-29/3). Ketua Majelis Permusyawaratan Republik (MPR) RI, Zulkifli Hasan hadir sebagai pembicara seminar.

Menurut Zulkifli, selain membawa manfaat, otonomi daerah tidak semuanya berjalan pada jalurnya. “Otonomi daerah salah satunya menghasilkan kesenjangan yang tinggi. Mengapa hal ini terjadi tidak lain karena tidak adanya haluan bagi pelaksananya,” tuturnya di hadapan peserta seminar.

Karena itu, lanjutnya, banyak hal yang harus disempurnakan. Mantan Menteri Kehutanan ini mengajak masyarakat membangun wawasan kebangsaan. Sebuah wawasan yang menurutnya sudah jarang ditampilkan lagi. Hal ini sangat berbahaya ketika pada suatu saat republik ini mendapat serbuan.

“Diprediksi jumlah penduduk bumi akan semakin bertambah, selanjutnya akan mengakibatkan krisis pangan yang berujung pada perebutan daerah. Termasuklah Indonesia akan menjadi target mengingat letaknya di kawasan tropis,” ungkapnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Trilogi, Asep Saefuddin menuturkan bahwa sudah saatnya kita kembali kepada konsep Pancasila. “Para pemimpin baik yang di pusat maupun di daerah, jika memereka memahami arti dari Pancasila maka tidak akan terjadi seperti apa yang disampaikan Ketua MPR tadi. Pasti semua akan berjalan di jalurnya,” tambahnya.

Oleh karena itu, menurut guru besar bidang Statistika ini, sebagai perguruan tinggi, Universitas Trilogi merasa terpanggil untuk mengingatkan kembali perjalanan otonomi daerah yang sudah berjalan. Tujuannya tidak lain agar tidak terlalu tersesat perjalanannya. “Akhirnya tentu benar-benar membawa kemaslahatan bagi masyarakat, bukan para pejabat,” ujarnya.

Selain diapresiasi Ketua MPR, seminar yang bertemakan “Menyongsong Dua Dekade Desentralisasi dalam penyelenggaraan NKRI dan Kesejahteraan Sosial” ini juga dipandang positif tokoh lainnya. Diantaranya pakar kebijakan publik, Riant Nugroho, Afriadi Syahbana, dan Haryono Suyono  yang juga menjadi pemakalah utama di acara tersebut. (Trilogi/IK-SS)

Check Also

Pelajar Indonesia Raih Emas di Kejuaraan Karate Internasional

Pelajar Indonesia Raih Emas di Kejuaraan Karate Internasional

Edupost.id – Enam pelajar Indonesia berhasil meraih empat medali emas dalam Kejuaran Karate The 31st Coupe …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *