Rabu , 26 Juli 2017
Home / Kabar Kampus / Kronologis Dikeluarkannya Ketua BEM Ronny dari UNJ

Kronologis Dikeluarkannya Ketua BEM Ronny dari UNJ

Edupost.ID, Jakarta – Pemberhentian Ketua BEM Ronny Setiawan sebagai mahasiswa aktif Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menuai reaksi dari mahasiswa dan masyarakat. Bagaimana kronologis kejadiannya? Berikut kutipan dari laman change.org.

Pada hari Rabu (23/12/15), Mahasiswa FMIPA UNJ melakukan demonstrasi di kampus A UNJ. Inti tuntutan demonstrasi adalah penolakan mahasiswa FMIPA UNJ atas rencana Rektorat UNJ yang akan memindahkan FMIPA dari kampus B ke kampus A UNJ. Mereka menolak alasannya sederhana, yaitu karena fasilitas penunjang akademik dan organisasi di kampus A belum siap dan tidak memadai.

Selain itu, simpang siurnya isu yang beredar mengenai pelaksanaan KKN dan info dari salah satu fakultas bahwa KKN tidak didanai kampus selain uang kelompok yang besarannya 1 juta rupiah, pemutusan beasiswa PPA/BBM, perubahan BEM Jurusan ke BEM Prodi yang terkesan dipaksakan, kepindahan FMIPA UNJ, permasalahan dalam transparansi UKT dan tidak adanya alur yang jelas soal mekanisme penurunan UKT, dan menagih janji rektorat UNJ untuk mengadvokasi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum dosen FIS UNJ.

Minggu (27/12/15), untuk meredam atas tidak fokusnya release dan tulisan yang beredar di media. Selaku komandan Green Force UNJ (tim aksi universitas), pukul 15.30 di BEM UNJ, Ahmad Firdaus berinisiatif mengumpulkan tim aksi fakultas se-UNJ dan mitra strategis BEM UNJ. Tujuannya adalah untuk berdiskusi, dan merumuskan beberapa isu strategis yang perlu dikawal ke depan.

Senin (28/12/15), pukul 08.00 WIB undangan FGD (Focus group Discussion) yang disebar atas nama Aliansi Tim Aksi se-UNJ dan Underbow BEM UNJ, yang berjudul “UNJ GAWAT DARURAT!” tersebar.

Selasa (29/12/15), pukul 15.00 WIB “Focus Group Discussion: Mengurai Benang Kusut Kampus Pendidikan” dilaksanakan. Diskusi kala itu membludak. Tercatat lebih dari 350 mahasiswa UNJ menghadiri forum.

Rabu (30/12/15), melalui perantara BEM UNJ atas nama Aliansi Mahasiswa UNJ Bersatu mengajukan surat permohonan audiensi kepada rektorat UNJ. Tujuannya adalah untuk meminta penjelasan dan klarifikasi atas kebenaran isu yang beredar di kalangan mahasiswa UNJ.

Rentang waktu antara tanggal 31 Desember 2015 – 03 Januari 2016, menunggu rektorat UNJ untuk memenuhi undangan diskusi dengan mahasiswa. Namun, pada hari Senin  (4/01/16), Ronny Setiawan (Ketua BEM UNJ) mendapat surat pemanggilan orangtua.

Selasa (5/01/16), secara resmi melalui surat bernomor 01/SP/2016 tentang Pemberhentian Sebagai Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta, Rektor UNJ melakukan Drop Out terhadap Ronny Setiawan. (Iyas)

Check Also

Guru garis Depan

SK CPNS Guru Garis Depan Telah Resmi Ditetapkan

Edupost.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah resmi menetapkan Surat Keputusan (SK) bagi 2.806 Guru …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *