Rabu , 18 Januari 2017
Home / Kabar Kampus / Lampu Hemat Energi Ciptaan Mahasiswa UB Ini Dibuat dari Bakteri

Lampu Hemat Energi Ciptaan Mahasiswa UB Ini Dibuat dari Bakteri

MALANG – Tiga mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (FPIK UB) membuat sebuah terobosan dalam upaya penghematan energi. Ketiga mahasiswa itu yakni Elok Fitriani Tauziat, Nurhasna Fauziyyah, dan M. Alfian Arifin. Mereka memanfaatkan bakteri bioluminescene menjadi lampu hemat energi yang dinamai Biolie.

Satu lampu Biolie menghasilkan 10.68 watt yang mampu menerangi ruangan hingga 68 meter. Daya terang lampu bahkan bisa ditambah dengan memperbanyak bakteri didalamnya. Inovasi mereka ini berhasil memenangkan kompetisi PKM Maba UB (25/4) lalu.

Elok menyampaikan bahwa lampu hemat energi ini dibuat untuk mengatasi krisis energi listrik. “Seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, maka kebutuhan energi juga semakin meningkat. Sebaliknya ketersediaan pasokan energi listrik masih belum mampu memenuhi kebutuhan kita. Oleh karena itu, kita berinisiatif untuk menciptakan lampu hemat energi berbasis bakteri Bioluminescence,” tutur Elok.

Bakteri Bioluminescence merupakan bakteri yang menempel di dalam tubuh cumi-cumi. Bakteri ini mengeluarkan cahaya biru di dalam tubuhnya. “Dalam proses pembuatannya kami mengisolasi bakteri dari tubuh cumi-cumi lalu mengkulturnya kemudian kita masukkan kosentrasinya. Untuk satu alat biolie  memiliki konsentrasi 4,6 x 109 CFU/ml,” jelas Elok.

Kemudian, Alfian menerangkan, bakteri dimasukkan ke dalam Biolie. Alat Biolie ini terdiri dari lensa mika, serbuk kayu yang dipadatkan, aerator yang tidak memakai listrik dan air laut. “Agar lampu ini bisa terus bercahaya, bakteri diberi nutrisi berupa bahan organik dari sayuran yang difermentasi. Sayuran dicacah halus kemudian diberi kecap, gula, dan EM4 lalu dikeringkan,” terangnya.

Lampu Biolie yang diciptakan oleh ketiga mahasiswa tersebut memiliki banyak keunggulan. Diantaranya lampu ini ramah lingkungan karena cahaya yang dihasilkan tidak menimbulkan panas. Kemudian, pengaplikasiannya lebih mudah karena bisa disandarkan di dinding atau ditaruh di meja. Selain itu, ekonomis karena bisa digunakan seumur hidup. (UB/IK-SS)

Check Also

sman-1-yogyakarta-unbk

UNBK 2017, Hanya Ada Soal Wajib dan Soal Pilihan

Edupost.id – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengatakan, saat Ujian …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *