Kamis , 27 Juli 2017
Home / Kabar Kampus / Lestarikan Tradisi, Unpad Adakan“Gelar Budaya Pangan”

Lestarikan Tradisi, Unpad Adakan“Gelar Budaya Pangan”

BANDUNG – Demi melestarikan budaya masyarakat, Universiats Padjajaran (Unpad) menghelat “Gelar Budaya Pangan” di Kampus FIB Unpad, Jatinangor. Aacraa ini dilatarbelakangi adanya tradisi masyarakat Jawa Barat yang di ambang kepunahan akibat modernisasi masyarakatnya. Karena itu, FIB Unpad berupaya melestarikan kembali berbagai bentuk tradisi Sunda yang sasarannya ialah generasi muda.

Taufik Ampera selaku Ketua Pelaksana mengatakan, pangan menjadi tema kegiatan yang menjadi agenda tahunan FIB Unpad tersebut. Sejatinya, pangan merupakan aspek kultur yang tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat Sunda. Namun, tidak banyak yang tahu beragam tradisi Sunda terkait pangan.

Kekayaan tradisi pangan Jawa Barat tersebut divisualisasikan melalui foto. Taufik menuturkan, dalam foto tersebut tidak hanya ditampilkan beragam jenis komoditas pangan Jawa Barat, tetapi juga mencakup flora fauna serta ragam bentuk perkakas terkait pangan.

Selain itu, pihak Unpad juga menampilkan replika leuit (lumbung padi di Sunda), lisung (alat penumbuk padi), replika rumah Sunda, serta perkakas yang terbuat dari bambu. Tidak ketinggalan, sekelompok mahasiswa prodi Sastra Sunda juga menampilkan berbagai kreasi sambal dan lalapan khas Sunda.

Pameran sambal dan lalapan ini merupakan tugas akhir mata kuliah Reka Bentuk Folklor di prodi Sastra Sunda. Kreasi sambal dan lalapan ini mungkin bisa ditawarkan sebagai menu alternatif di rumah makan.

Gelaran Budaya Pangan ini juga menggelar berbagai kegiatan kebudayaan, diantaranya karnaval budaya “hajat lembur”, Kursus Dasar Kebudayaan Sunda Angkatan XI dengan salah satu pematerinya ialah Ganjar Kurnia, serta gelaring buku terbitan Pusat Riset, PKM, dan Inovasi FIB Unpad. (Unpad/IK-SS)

Check Also

Guru garis Depan

SK CPNS Guru Garis Depan Telah Resmi Ditetapkan

Edupost.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah resmi menetapkan Surat Keputusan (SK) bagi 2.806 Guru …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *