Sabtu , 19 Agustus 2017
Home / Kabar Kampus / Mahasiswa IPB Buktikan Daging Kambing Bukan Pemicu Hipertensi
daging kambing bukan pemicu hipertensi
Daging kambing bukan pemicu hipertensi (pinterest dok.)

Mahasiswa IPB Buktikan Daging Kambing Bukan Pemicu Hipertensi

Edupost.id – Selama ini daging kambing diyakini bisa menyebabkan penyakit hipertensi. Sejumlah mahasiswa Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia (Fema) Institut Pertanian Bogor melakukan penelitian terkait hal tersebut. Kesimpulannya menunjukkan bahwa daging kambing bukan pemicu hipertensi.

Para mahasiswa IPB yang terdiri dari Lovi, Ekhsanika, Ajeng, Chyintia dan Sheila menemukan bahwa jika dilihat dari proporsi kandungan (bioavailabilitas) mineralnya, maka tabu konsumsi daging kambing sebagai pemicu hipertensi itu tidak benar. Daging kambing lebih aman daripada daging domba.

Setiap zat yang ada di dalam tubuh membutuhkan keseimbangan, seperti Na, Cl dan K. Beberapa kandungan mineral, seperti Zn, Fe dan Cu yang juga berperan secara tidak langsung mempengaruhi peningkatan tekanan darah. Kandungan mineral Ca tertinggi dikandung oleh daging domba, sementara untuk Fe dan Na tertinggi dikandung oleh daging sapi. Fe merupakan unsur yang penting, namun juga berperan pada berbagai proses patologis.

Penyerapan mineral atau secara spesifik adalah proporsi zat gizi yang digunakan di dalam tubuh seperti  Fe, Ca, dan Na dianalisis menggunakan metode in vivo (metode eksperimen menggunakan organisme hidup). Metode in vivo yang dilakukan menggunakan hewan percobaan yaitu tikus dengan empat kelompok percobaan.  Ternyata, data yang diperoleh dari penelitian dengan rancangan percobaan acak lengkap, hasil in-vivo yang menggunakan tikus ini menunjukkan bahwa proporsi zat gizi yang digunakan oleh tubuh secara aktual dari pangan yang dikonsumsi seperti Na dan Fe paling tinggi itu terdapat pada daging domba, hal ini yang diduga dapat memicu hipertensi, diikuti oleh rendahnya bioavailabilitas Ca yang juga berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah.

Data statistik Kementerian Peternakan (2012), menunjukkan jumlah ternak domba pada tahun 2012 sebanyak 7.832.484 ekor, jauh lebih banyak dibandingkan dengan ternak kambing yang hanya 2.253.393 ekor. Hal ini yang semakin memperkuat asumsi peneliti bahwa, tabu yang beredar selama ini adalah salah, karena daging yang umumnya dikonsumsi oleh masyarakat adalah daging domba, bukanlah daging kambing. Hasil penelitian pun menunjukkan bahwa daging domba diduga dapat memicu hipertensi dilihat dari hasil analisis bioavailabilitas mineral (Fe, Ca, dan Na) yang mendukung dugaan domba sebagai pemicu hipertensi. Oleh karena itu, maka tabu yang terungkap yaitu, secara proporsi zat gizi  mineral (Fe, Ca, Na) daging kambing bukan merupakan faktor pemicu hipertensi. Sehingga(SM)

Check Also

Alat Ekstraksi Minyak Atsiri Inovasi IPB Lolos PIMNAS 2017

Alat Ekstraksi Minyak Atsiri IPB Lolos PIMNAS 2017

Edupost.id – Inovasi yang dikembangkan tim mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil lolos Pekan Ilmiah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *