Jumat , 26 Mei 2017
Home / Kabar Kampus / Mahasiswa IPB Kembangkan Aplikasi Sensor Pornografi
mahasiswa-IPB-kembangkan-aplikasi-pornografi
Mahasiswa IPB kembangkan aplikasi sensor pornografi (foto: IPB)

Mahasiswa IPB Kembangkan Aplikasi Sensor Pornografi

Edupost.id, Bogor – Tiga mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) mengembangkan aplikasi sensor pornografi yakni integrated porn autocensor bernama Ayosensor.in. Sebuah aplikasi penyensoran gambar dan teks porno pada suatu website yang berbasis Google chrome extension, Opera extension, dan Mozilla Firefox add-on.

“Motivasi awal pembuatan aplikasi ini ketika kami ikut lomba pekan kreativitas mahasiswa dari Dikti. Dari sana kami mencoba mencari masalah apa yang bisa kami selesaikan dengan bidang keilmuan kami yakni ilmu komputer,” terang Ilham Satyabudi, mahasiswa Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB.

Mereka melihat pornografi menjadi permasalahan sangat genting di Indonesia. Dari riset yang mereka lakukan, 48 dari 85 juta pengguna internet di Indonesia sudah pernah menonton film porno. Dampaknya pun sudah dirasakan. Dari kasus Yuyun sampai pemerkosaan yang disertai pembunuhan dengan gagang cangkul. Data dari Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) pun menunjukkan 62,7 persen pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) ditemukan sudah tidak perawan lagi.

Bersama Yuandi Trisaputra dan Gusti Bimo Marlawanto, Ilham membuat aplikasi Ayosensor.in. Aplikasi ini berupa plugin browser yang harus di-install terlebih dahulu pada browser. Aplikasi gratis ini dapat diunduh melalui Chrome store ataupun Mozilla add-ons.

“Aplikasi ini bekerja dengan menyaring citra dan teks yang terkandung dalam suatu website, kemudian seluruh konten website akan diklasifikasikan oleh sistem ini sebagai porno atau tidak porno. Jika porno maka secara otomatis sistem ini akan menyensor konten tersebut. Aplikasi ini bisa menyensor konten porno yang menggunakan bahasa Inggris, Indonesia dan Jawa,” tuturnya.

Sementara untuk browser smartphone, saat ini baru terbatas untuk aplikasi browser mobile firefox saja, karena aplikasi google chrome dan opera untuk smartphone (ponsel pintar) saat ini belum memiliki fitur untuk memasang extension/plugin.

Rencana pengembangan selanjutnya adalah memperbaiki sistem ini supaya bisa menyensor konten video dan proses penyensorannya dapat bekerja dengan cepat dan akurat. (IK-SS)

Check Also

Institut Pertanian Bogor (IPB)

Lima Prodi Favorit di IPB Tahun Ini

Edupost.id – Hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) telah diumumkan. Dari hasil tersebut diketahui, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *