Minggu , 11 Desember 2016
Home / Citizen Journalism / Mahasiswa IPB Kembangkan Pertanian di Kampung Halaman
Mahasiswa IPB Kembangkan Pertanian di Kampung Halaman
Mahasiswa IPB Kembangkan Pertanian di Kampung Halaman

Mahasiswa IPB Kembangkan Pertanian di Kampung Halaman

Edupost.id- Alumni Departemen Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian (Faperta) Institut Pertanian Bogor (IPB), Rizal Fahreza merintis usahanya sejak tahun 2011-2012 dengan mengelola lahan seluas 2,2 hektar untuk produksi sayur dan buah. Ia juga bekerjasama dengan petani mitra membantu pemasaran hasil buah dan sayur petani di Garut seluas 14 hektar yang tersebar di empat kecamatan.

Untuk komoditas buah, Rizal fokus pada jeruk Garut yang harapannya dapat menjadi solusi untuk meminimalisir import buah Indonesia. Selain itu, usahanya ini juga salah satu bentuk pelestarian plasma nutfah jeruk Garut yang merupakan salah satu komoditas andalan Kabupaten Garut yang keberadaannya hampir punah akibat serangan hama dan penyakit CVPD.

Saat ini, selain mengusahakan dengan melakukan produksi sendiri, Rizal membina para petani mitra (sudah 17 petani yang dibina) dan sekitar 10 petani lagi yang dijadwalkan  telah bersedia bekerjasama untuk dibina. “Sehingga sampai akhir Nopember nanti sekira 27 hingga 30 petani yang kami bina untuk sama-sama tumbuh dan berkembang dalam menjalankan usahanya,” ujar pria kelahiran Garut, 25 tahun silam ini.

Usaha yang ia rintis mulai dari produksi, pengolahan dan distribusi hasil hortikultura, utamanya sayur dan buah. Sayur dikirim ke Pangkal Pinang kerjasama memasuk ke empat kabupaten di Bangka Belitung. Setelah lulus sarjana dari IPB tahun 2014, Rizal memperoleh kesempatan mengikuti International Agriculture Internship Program, melalui The Ohio Program (TOP) kerjasama antara IPB-Indonesia dan Ohio State University Amerika Serikat dan mendapat penempatan di wilayah California, Amerika Serikat selama 13 bulan.

Wirausaha menurutnya merupakan salah satu jalan untuk dapat memperoleh income secara lebih cepat dibandingkan dengan bekerja untuk orang lain. Tentunya usaha yang dijalankan harus diawali dengan niat yang benar, bekerja keras dan pantang menyerah, serta visi misi dan value yang jelas dan terarah.

“Modal awal usaha yang kami gunakan awalnya sebesar Rp 23.850.000 untuk memulai bisnis di bidang perdagangan sayur kemudian dilanjutkan ke tahap di bisnis produksi, pengolahan dan pemasaran sayur dan buah. Menurut perhitungan saya, dengan modal total sebesar Rp 220 juta itu sudah bisa mencakup keseluruhan  investasi input produksi untuk sepuluh tahun ke depan dengan bekerjasama dengan investor,” terangnya.

Kini omzet usaha per bulannya untuk tahap awal ini sebesar Rp 8-15 juta per bulan untuk sektor produksi sayur dan buah, dan Rp 25-35  juta per bulan  untuk sektor distribusi dan penjualan sayur dan buah.

Untuk mendapatkan hasil terbaik, Rizal menerapkan pola penanaman sesuai standar prosedur penanaman yang direkomendasikan, mulai dari pemilihan benih yang baik dan jelas asal usulnya, pemupukan yang sesuai rekomendasi, pengendalian hama dan penyakit secara selektif, penentuan panen yang benar, serta penanganan pasca panen yang baik dan benar.

“Selain itu beberapa komoditas sayur seperti contohnya cabe tidak hanya kami jual segar melainkan kami olah menjadi produk turunan salah satunya adalah abon cabe. Untuk kemasan komoditas buah kami menggunakan kemasan kardus eksklusif dengan bobot tiga kilogram. Selanjutnya, untuk distribusi, kami memotong jalur tata niaga,” terangnya.(zul)

Check Also

Doktor UI Ciptakan Permainan Android Untuk Mengatasi Diare

Doktor UI Ciptakan Game Untuk Mengatasi Diare

Edupost.id – Arbianingsih, fokter ke 49 dari Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia FIK UI menciptakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *