Sabtu , 25 November 2017
Home / Kabar Kampus / Mahasiswa IPB Suburkan Tanah dengan Rambut Manusia
mahasiswa IPB jadikan rambut manusia untuk suburkan tanah
Rambut (alicdn doc.)

Mahasiswa IPB Suburkan Tanah dengan Rambut Manusia

Edupost.id – Salon dan tempat pangkas rambut menghasilkan sejumlah sejumlah besar limbah rambut manusia yang belum termanfaatkan. Di tangan mahasiswa Departemen Biologi, Institut Pertanian Bogor (IPB), Hendi Mardika, limbah rambut tersebut dimanfaatkan sebagai bahan penyubur tanah.

Penelitian Hendi dengan judul “Rambut Manusia sebagai Pembenah Tanah untuk Mendukung Pertumbuhan dan Produksi Kacang Hijau (Vigna radiata (L.) Wilczek) Varietas Kutilang” ini memiliki tujuan untuk menguji kemampuan rambut manusia sebagai pembenah tanah untuk pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau.

Bahan pembenah tanah adalah bahan-bahan sintesis atau bahan organik atau mineral bentuk padat yang dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Rambut manusia mengandung bahan keratin untuk membentuk ruang pori tanah dalam waktu lama. Ruang pori tersebut memungkinkan pertukaran gas CO2, N2 , dan NH3 dengan O dari atmosfer. Kondisi demikian sangat mendukung aktivitas mikroba autotrofik yang berperan dalam penyediaan unsur hara. Selain itu, rambut manusia bisa menyebabkan toksisitas dari gas tersebut ternetralisir dan mendukung perkembangan akar serta pertumbuhan tanaman.

Hendi menggunakan tujuh perlakuan yang masing-masing perlakuannya ada yang memakai tanah saja, serta variasi perlakuan dengan penambahan kompos rambut serta inokulan Rhizobium. Parameter yang diamatinya pun beragam seperti pertumbuhan tanaman dan produksi tanaman yang diletakkan pada tanah yang telah dilakukan dengan berbagai perlakuan.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Hendi menunjukkan bahwa rambut manusia mampu meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK) media tanam. Pemberian kompos dan rambut manusia berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman kacang hijau varietas kutilang. Selain itu media tanam yang perlakuannya diberikan kompos, rambut manusia, dan inokulan Rhizobium mampu menghemat penggunaan kompos sebanyak 40 persen dengan hasil yang tidak terlalu jauh dengan perlakuan yang tanpa rambut manusia. (IK-SS)

Check Also

Mahasiswa IPB Ciptakan Eco Selebgram untuk Generasi Millenial

Edupost.id – Yazidah Nur Rahmah, mahasiswa Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen, Fakultas Ekologi Manusia (Fema) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *