Kamis , 21 September 2017
Home / Kabar Kampus / Mahasiswa ITB Aktif Mengajar di Rumah Belajar SKHOLE

Mahasiswa ITB Aktif Mengajar di Rumah Belajar SKHOLE

EDUPOST, DEPOK- Gerakan mahasiswa mengajar mulai menjadi trend positif yang berkembang di kampus-kampus Indonesia. Tak terkecuali bagi mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang turut membentuk gerakan serupa yang dinamakan SKHOLE – ITB Mengajar.

Edupost telah mewawancarai tiga mahasiswa yang tergabung dalam tim ITB Mengajar; Neli (20), Yoga (20), Kinanti (18), saat acara Konferensi Mehasiswa MEngajar – Grand Closing GUIM 4 di Kampus UI Depok beberapa waktu lalu.

Yoga mengungkapkan, adanya realita ketimpangan pendidikan dalam masyarakat menjadi hal yang memotivasi gerakan ITB Mengajar ini.

“Kami melihat realita, bahwa disekitar kampus (ITB) ada ketimpangan pendidikan dalam masyarakat. Banyak sekolah favorit tapi ketika kita tinjau lebih luas, ada yang enggan melanjutkan pendidikan bahkan hingga SMA saja,” ujar Yoga.

Sementara Neli menyampaikan, rumah belajar yang didirikan para mahasiswa ITB ini diberi nama SKHOLE, yang artinya waktu luang untuk belajar.

“SKHOLE itu berasal dari bahasa Yunani yang artinya waktu luang untuk belajar,” jelas Neli.

Berbeda dengan UI Mengajar, yang kegiatannya selama sebulan penuh di pedasaan. Tim SKHOLE justru mengajar secara rutin setiap seminggu sekali selama sepanjang semester di tiga rumah belajar yang ada.

“Kita (SKHOLE) mengadakan kelas sekali setiap minggu di tiga rumah belajar (Cimeluit, Kebun Bibit danTerminal Cicahem,” tambah Yoga.

Neli menceritakan, rumah belajar itu ada yang di panti asuhan, masjid, dan balai RT.“Mereka tulus belajar, kedatangan kita dihargai,” ucap Neli penuh haru.

Perasaan bahagia yang hadir saat mengajar anak-anak tersebut menjadi motivasi bagi para mahasiswa ITB Mengajar ini. “Capek, kadang sebel, karena anaknya bandel atau gak nurut tapi dibalik itu semua, seneng banget,” ungkap Kinanti sambil tersenyum.

Para mahasiswa ITB Mengajar ini yakin bahwa upaya mereka ini akan berbuah kebaikan di kemudian hari. “Kita percaya apa yang kita lakukan sekarang pasti akan bermanfaat suatu saat nanti,” ujar Kinanti penuh keyakinan.

Mereka pun berharap gerakan mahasiswa mengajar ini bisa terus menyebar ke universitas-universitas di daerah lainnya. “Penginnya kegiatan mengajar ini bisa menyebar ke universitas-universitas di daerah,” harap Yoga.

Neli menambahkan, “juga sebagai evaluasi dan mencari inspirasi yang bisa diterapkan dalam SKHOLE”. (EI/WW)

Check Also

siswa sd ikuti pesantren kilat ramadhan

Pendidikan Bukan Hanya untuk Cetak Anak Pandai

Edupost.id – Pendidikan seharusnya bukan hanya mencetak anak pandai secara akademis. Pendidikan justru diharapkan dapat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *