Rabu , 20 September 2017
Home / Kabar Kampus / Mahasiswa ITS Ini Mampu Membuat Roti Hanya dalam Satu Menit

Mahasiswa ITS Ini Mampu Membuat Roti Hanya dalam Satu Menit

SURABAYA- Tiga mahasiswa Jurusan Manajemen Bisnis Institut Teknologi Surabaya (ITS) yang tergabung dalam tim Tinytwist berhasil menjadi juara di kompetisi bisnis nasional, Entrepreneur Creative Challange (Eureca), awal maret lalu (5/3). Tim Tinytwist memboyong tiga gelar juara sekaligus, yakni juara satu, juara dua, dan the best speaker dalam kompetisi yang diadakan oleh Prasetiya Mulya Business School BSD ini.

Ketiga mahasiswa tersebut yakni Wieka Galih Wisudaningtyas, Nadya Nurul Fitria Prasetyo, dan Isny Gita Amelia.

Wieka menyebutkan, ajang ini merupakan kompetisi bisnis pertama yang berhasil mereka juarai. “Sebelumnya, kami pernah mengikuti beberapa kompetisi serupa. Namun, tim kami selalu gagal untuk masuk ke babak semifinal,” terangnya, seperti dilansir laman ITS.

Selama kurang lebih tujuh hari, lanjut Wieka, tim Tinytwist bekerja keras menyelesaikan proposal. “Berulang kali kami melakukan asistensi kepada dosen pembimbing mengenai kelayakan proposal,” ujarnya.

Wieka menuturkan, ide pembuatan Instant Cake Mix ini berawal dari kegemaran mereka membuat kue. Tujuan pembuatan produk ini ialah untuk memberikan kemudahan bagi pemula yang ingin membuat roti.

“Dengan adanya produk ini para pecinta roti tidak perlu takut untuk mencoba membuat,” tambahnya.

Wieka menyampaikan, beberapa kelebihan dari produk buatannya, diantaranya produk ini cukup praktis karena dapat dibuat hanya dalam waktu satu menit saja. Selain itu, Instant Cake Mix ini juga memiliki tiga varian rasa yaitu Sunny Honey, Dreamy Berry, dan Choco Freeze. “Rasa khas Surabaya yang kami tawarkan menjadi ciri utama produk kami,” tandasnya.

Presentasi produk dan demo masak yang diperagakan Wieka dan timnya berhasil mengundang decak kagum dewan juri. Para dewan juri merasa terkejut saat Wieka dan timnya bisa membuat roti hanya dalam waktu satu menit.

Ditambah pula, rasa yang enak dan khas dari produk buatan tiga mahasiswa ini mampu mendapat nilai lebih dari dewan juri.

Kedepannya, lanjut Wieka, mereka akan memodifikasi produknya dan memasarkannya di wilayah ASEAN. “Menjual produk ini di pasar ASEAN akan menjadi keuntungan bagi kita,” tandasnya. (IK/SS)

Check Also

Universitas Pertamina

Universitas Pertamina Tumbuhkan Pemahaman Teknologi Siswa SMA

Edupost.id – Pesatnya perkembangan teknologi informasi di masyarakat saat ini, Universitas Pertamina melalui slogannya, “Be …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *