Kamis , 19 Januari 2017
Home / Kabar Kampus / Mahasiswa ITS Kembangkan Sepeda dari Bambu

Mahasiswa ITS Kembangkan Sepeda dari Bambu

SURABAYA – Tingkat polusi yang tinggi di Indonesia mendorong mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Sekar Ayu Lutfiana mengembangkan sebuah kendaraan ramah lingkungan. Ia mendesain sepeda listrk berbahan dasar bambu yang dinamainya Booster.

Karyanya ini dirancang sebagai kendaraan wisata dan mampu berjalan selama tiga jam tanpa henti dengan cadangan energi dari baterai. “Tujuan dari desain ini sendiri adalah untuk mengajak masyarakat Indonesia menggunakan energi ramah lingkungan,” tuturnya.

Menurutnya, penggunaan bambu sebagai bahan utama sepeda karena struktur material ini memiliki daya lentur yang lebih tinggi daripada kayu, plastik, ataupun serat fiber sekalipun, sehingga lebih kuat. “Modulus Young bambu sendiri hampir sama dengan yang dimiliki besi dibanding kayu,” terangnya.

Alasan lain pemilihan bahan dari bambu karena keberadaan tanaman bambu cukup melimpah serta daya panen yang lebih singkat daripada kayu. “Sekitar dua hingga tiga tahun bambu sudah bisa dipanen, sedangkan kayu butuh waktu minimal sepuluh tahun untuk bisa panen sehingga daya daur ulangnya rendah,” paparnya.

Sedangkan, jenis bambu yang ia gunakan ialah bambu Petung yang diproses melalui beberapa langkah. “Proses-proses yang digunakan untuk treatment bambu sudah dari pabrik, jadi saya beli dari pabriknya,” imbuhnya. Ia menyebutkan, bambu yang mengalami treatment khusus akan jauh lebih kuat dan lebih ringan dibandingkan dengan bambu biasanya.

Lama pengerjaan untuk satu unit sepeda Booster, lanjutnya, membutuhkan waktu enam minggu. “Untuk laminasi bambunya membutuhkan waktu satu bulan dan instalasi mesin-mesinnya membutuhkan waktu sekitar dua minggu,” ucapnya.

Terkait desain, Sekar menuturkan, desainnya terinspirasi dari kelopak bunga Frangipani sehingga cocok digunakan di tempat-tempat wisata. Rencananya, sepeda ini akan dipromosikan pada salah satu tempat wisata sebagai icon. Sepeda Booster dihargai 15-20 juta per unitnya dan rencananya akan dipasarkan ke tempat-tempat wisata. (ITS/IK-SS)

Check Also

Bogor Gelar Festival Bola Voli Pelajar se-Kota Bogor

Edupost.Id- Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Bogor, menggelar festival bola voli pelajar se-Kota tahun …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *