Jumat , 22 September 2017
Home / Kabar Kampus / Mahasiswa ITS Tampilkan Keris di Kompetisi Internasional
Mahasiswa ITS Tampilkan Keris di Kompetisi Internasional
Mahasiswa ITS Tampilkan Keris di Kompetisi Internasional (ITS dok.)

Mahasiswa ITS Tampilkan Keris di Kompetisi Internasional

Edupost.id – Dua mahasiswa ITS, Abrar Ridhollah dan Fauzan Kurniawan tampil dalam kompetisi internasional TMS Baldesmithing dengan membawakan keris. Kehadiran pedang khas Indonesia dalam perlombaan di San Diego, Amerika Serikat tersebut sempat mengundang perhatian banyak orang.

Perlombaan membuat pedang tersebut dilaksanakan dalam empat hari pada Januari hingga Februari silam. Di Negeri Paman Sam tersebut, keris yang dibawa keduanya dipamerkan dalam eksibisi yang diadakan oleh society pengolahan mineral, material, dan metal.

Fauzan mengungkapkan, selama di San Diego keris yang dibawa tim ITS membuat penasaran beberapa peserta yang ditemuinya. Para mahasiswa dari berbagai dunia merasa kagum dengan lekukan indah yang menjadi ciri khas pedang asli Indonesia itu. “Beberapa peserta yang berasal dari kampus terbaik di dunia mengapresiasi pedang buatan kita,” ungkap Fauzan.

Selain itu, inisiatif tim ITS untuk membawakan kebudayaan asli Indonesia turut membuat peserta lain merasa iri. Salah satunya adalah peserta asal Filipina yang berkuliah di Amerika. Dengan bangga ia mengapresiasi tim ITS yang berinisiatif menunjukkan kearifan budaya lokal di panggung internasional.

“Terlebih lagi ada peserta dari negara lain yang membuat pedang khas negara Filipina, tapi dengan beberapa modifikasi. Jadi dia benar-benar merasa sangat kecewa karena menemukan orang lain yang membawakan budaya negaranya dengan versi berbeda,” tutur Abrar.
 
Meski Abrar dan Fauzan tidak berhasil membawa gelar juara, namun hal ini tidak membuat keduanya kecewa, terlebih bila mengingat perjuangan mereka untuk sampai ke San Diego.Ia juga mengatakan, tim yang akan disiapkan di kesempatan selanjutnya tetap membawa budaya Indonesia. Bedanya, kedepannya produk yang akan dihasilkan akan ditingkatkan dari sisi teknologi yang digunakan. “Teknologi boleh terus berkembang, tapi bukan berarti kita harus meninggalkan budaya kita,” terang Abrar. (ITS/IK-SS)

Check Also

ITS Borong Dua Gelar Juara di Ajang NUDC 2017

ITS Borong Dua Gelar Juara di Ajang NUDC 2017

Edupost.id – ITS mendapat dua gelar juara dalam kompetisi debat Bahasa Inggris, National University Debating …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *