Senin , 20 Februari 2017
Home / Kabar Kampus / Mahasiswa UGM Buat Obat Anti Peradangan
Mahasiswa UGM Membuat Obat Peradangan dari Daun Meniran dan Imer
Mahasiswa UGM Membuat Obat Peradangan dari Daun Meniran dan Imer

Mahasiswa UGM Buat Obat Anti Peradangan

Edupost.Id – Lima mahasiswa UGM telah berhasil membuat obat anti peradangan dengan ekstrak daun Meniran (Phyllantus Niruri L) dan daun Mangsi/Imer (Securinega Virosa). Kelima mahasiswa ini adalah Apriliyani Sofa Marwaningtyas bersama dengan keempat rekannya, yaitu Dea Amelia K, Ahmad Eko P, Nadia Khairunnisa, serta Ragil Anang.

Daun mangsi memiliki kandungan senyawa securinine tinggi yang dapat menurunkan inflamsi. Sementara daun meniran mengandung senyawa filantin dan terbukti memiliki aktivitas anti inflamasi sehingga dapat menguatkan imunitas.

Inflamasi atau peradangan biasa terjadi pada manusia karena cedera atau infeksi. Berbagai obat anti inflamasi banyak tersedia untuk pengobatan inflamasi ini. Hanya saja, kebanyakan obat anti inflamasi dari bahan-bahan kimia dan dapat menimbulkan efek samping jika digunakan dalam jangka panjang.

“Ekstrak daun meniran dan daun imer ini bisa mengobati bengkak. Namun, obat ini spesifik kita tujukan untuk inflamasi penyakit kronis seperti kanker, transplantasi, dan auto imun,”urainya.

Nadia Khaerunnisa menambahkan, ekstrak kedua dasun ini telah diujikan pada tikus yang sebelumnya telah diinduksi dengan senyawa inflamasi pada bagian kakinya. Tikus yang telah dibengkakkan kakinya diinjeksi per oral selama 14 hari dengan menggunakan 30 tikus dibagi ke dalam 6 kelompok kontrol, termasuk dengan bahan pembanding obat-obatan kimia.

“Kaki tikus yang diberikan eksktrak meniran dan imer bengkaknya bisa turun secara signifikan,” katanya.

Nadia menjelaskan hasil optimal diperoleh dengan aplikasi obat anti inflamasi dengan komposisi 24 miligram imer dan 6,25 miligram meniran. Selain melakukan uji secara in vivo pada tikus, dalam penelitian yang dilakukan pada Januari-Agustus 2016 lalu ini juga dilakukan uji in silico untuk mengetahui mekanisme daun imer dan meniran dalam menghambat inflamasi. Hasilnya, senyawa securinine dan filantin mampu menghambat enxim cox-2 yang menimbulkan inflamasi.

Obat anti inflamasi yang diberi nama Nutrasetikal Imer Meniran atau disingkat dengan Nu Imran ini diharapkan dapat menjadi alternatif bagi masyarakat dalam pengobatan inflamasi. Ke depan mereka akan melakukan penelitian lanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat dalam mengatasi bengkak. (Andi)

Check Also

Universitas Gadjah Mada (UGM)

UGM Bahas Masa Depan Kebinekaan Dalam Kuliah Umum

Edupost.id- Ditengah maraknya perselisihan antar golongan beberapa bulan terakhir, generasj milenial memegang peran penting untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *