Minggu , 11 Desember 2016
Home / Kabar Kampus / Mahasiswa UGM Ciptakan Alat Detektor Merkuri
Universitas Gadjah Mada (UGM)
Universitas Gadjah Mada (UGM)

Mahasiswa UGM Ciptakan Alat Detektor Merkuri

Edupost.ID – Lima mahasiswa Fakultas Teknik UGM berhasil mengembangkan alat pendeteksi merkuri yang disebut Mercury Auto Detection System (MADS). Alat ini dikembangkan oleh Andy Aulia Prahardika, Al Birru Kausal, Luthfia Adila, I Made Wiryawan, dan Tirta Inovan

Alat ini terlahir karena keprihatinan mereka terhadap maraknya penjualan berbagai produk makanan, obat, serta kosmetik bermerkuri yang membahayakan kesehatan. Sistem kerja alat ini, larutan yang dijadikan objek pengujian ditembakkan oleh sinar monokromatik. Larutan ini akan diserap oleh detektor warna. Selanjutnya, warna yang diperoleh akan dideteksi dengan kriteria zat-zat yang ada.

“Sebenarnya sudah ada alat deteksi merkuri pada makanan maupun obat yakni Sepktrofotometer  serapan atom (AAS), tetapi memiliki dimensi besar sehingga tidak bisa digunakan untuk pengujian di lapangan,” kata Andy Aulia.

Melihat kondisi tersebut, Andy dan kawan-kawan mencoba mengembangkan alat deteksi merkuri yang bersifat portabel dengan dimensi yang lebih kecil dari alat yang sudah ada. Dengan begitu, dapat digunakan dalam proses pengujian bahan makanan dengan hasil yang bisa langsung diketahui saat itu juga. Tidak hanya itu, alat ini juga diproduksi dengan harga yang berkisar Rp 1 juta. Disbanding alat yang ada di pasaran seharga 200 juta rupiah, alat buatan mahasiswa UGM ini tentunya jauh lebih murah.

Karya mahasiswa UGM ini MADS lahir dari Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) 2015, dan mendapatkan dana hibah penelitian dari Dirjen Dikti pada tahun 2016. Hingga saat ini, MADS telah mengalami dua kali pengembangan dan kini tengah menjalani proses pengembangan ketiga.

Alat deteksi merkuri buatan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mendapatkan medali emas dalam International Invention Innovation Competition Canada (ICAN) 2016 di Toronto, Kanada pada 27 Agustus 2016. Karya ini berhasil mengungguli karya lain lebih dari 150 tim lain dari 30 negara di dunia. (Andi)

Check Also

Doktor UI Ciptakan Permainan Android Untuk Mengatasi Diare

Doktor UI Ciptakan Game Untuk Mengatasi Diare

Edupost.id – Arbianingsih, fokter ke 49 dari Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia FIK UI menciptakan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *