Sabtu , 22 Juli 2017
Home / Kabar Kampus / Mahasiswa UGM Ciptakan Alat Pengolah Limbah B3 yang Portabel

Mahasiswa UGM Ciptakan Alat Pengolah Limbah B3 yang Portabel

YOKYAKARTA – Lima mahasiswa UGM membuat terobosan di bidang teknologi yaitu alat pengolah limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) yang bersifat portabel. Alat yang diberi nama Medigold ini didesain oleh Vania Erizza (FKG), Gita Prasulistiyono Putra (FEB), M. Bisyri Lathif (FEB), Ahmad Widardi (FMIPA), dan Pandu Dwijayanto (FT).

Gita menyebutkan, pengembangan Medigold berawal dari banyaknya keluhan pengelola klinik kesehatan kecil dan menengah yang mengaku kesulitan dalam mengolah limbah medis. Meskipun telah banyak dipasarkan alat pengolah limbah mandiri yang dapat membantu mengatasi persoalan tersebut, namun harganya relatif mahal sehingga kurang bisa dijangkau untuk klinik kecil.

“Alat yang ada dipasaran cukup mahal sekitar Rp.5-10 juta. Selain itu dimensinya juga besar sehingga memakan tempat,” ungkap Gita. Rencananya Medigold akan dipasarkan per unitnya Rp. 2,5 juta.

Disamping itu, alat pengolah limbah yang mereka kembangkan berukuran kecil dengan dimensi 50x40x50 cm sehingga tidak memakan ruang dan mudah dipindahkan. Selain itu, alat ini dikemas dengan bentuk yang menarik yakni layaknya sofa. “ Kami kemas seperti sofa sehingga dapat dipakai untuk duduk saat tidak beroperasi,”ujarnya.

Medigold terdiri dari dua komponen utama yakni alat sterilisasi dan penghancur jarum suntik. Untuk mesin sterilisasi memanfaatkan panci presto yang dapat digunakan untuk mensterilkan berbagai jenis peralatan medis sperti kassa, kapas, maupun perban. Mesin sterilisasi ini memiliki kapasitas sebesar 6 liter serta mampu menghasilkan suhu hingga 300° Celcius dan menghasilkan tekanan sebesar 1,5 atm.

Sedangkan, mesin penghancur jarum suntik bekerja dengan dialiri arus listrik bertegangan 50 volt dan berarus tinggi yaitu 300 Amper. “Untuk sterilisasi butuh waktu sekitar 1 jam, tetapi untuk menghancurkan jarum suntik hanya butuh waktu 1-2 detik saja,” terangnya.

Medigold dilengkapi dengan dua mode waktu operasi yakni manual dan otomatis. Untuk mode otomatis yaitu dengan menggunakan timer, pengguna hanya perlu memasukkan limbah setelah klinik tutup di malam hari. Selanjutnya pada keesokan harinya limbah sudah selesasi diolah tanpa perlu adanya penjagan seperti pada mode manual.

Kelebihan lainnya alat ini yaitu bersifat ramah lingkungan, tidak menimbulkan polusi asap seperti pada kebanyakan instalasi pengolahan limbah medis. (UGM/IK-SS)

Check Also

Guru garis Depan

SK CPNS Guru Garis Depan Telah Resmi Ditetapkan

Edupost.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah resmi menetapkan Surat Keputusan (SK) bagi 2.806 Guru …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *