Jumat , 24 November 2017
Home / Kabar Kampus / Mahasiswa UGM Kembangkan Batang Singkong Jadi Papan Partikel

Mahasiswa UGM Kembangkan Batang Singkong Jadi Papan Partikel

YOGYAKARTA – Sekelompok mahasiswa UGM, mengembangkan batang singkong menjadi papan partikel dengan kualitas yang tidak kalah dengan papan partikel pabrikan. Mereka adalah Endri Geovani dan Abdul Malik dari Fakultas Pertanian dan Novita, Supa, dan Warsita Nur Fadhillah dari Fakultas Kehutanan. Kelimanya berhasil menyulap batang singkong menjadi papan partikel yang dinamai “Pibes Board”.

Papan partikel berbahan batang singkong ini juga berhasil menghantarkan mereka meraih penghargaan Silver Medals dalam Asian Young Inventors Exhibition (AYIE) 2015 di Malaysia, Gold Medals dari World Intellectual Property Association (WIPA) dalam kegiatan Internatioanl Invention Innovation& Technology Exhibition (ITEX) 2015 di Taiwan. Sebelumnya, mereka juga meraih Juara Umum Nasional dalam LKTI di Universitas Diponegoro dan juara I dalam LKTI di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

Endri mengungkapkan pengembangan papan partikel berbahan batang singkong berawal dari pengalaman di kampung halamannya, Lampung Timur. Di daerahnya banyak petani singkong dan saat masuk pascapanen limbah pertanian singkong, yakni batangnya hanya ditumpuk dan juga dibakar.

“Batang singkong hanya ditumpuk lalu dibakar karena hanya menjadi sarang tikus sehingga bisa menyerang tanaman pertanian lainnya,” jelasnya.

Batang singkong sendiri memiliki kandungan selulosa dengan struktur seperti yang terdapat pada kayu. Ubi kayu mengandung 21,5 persen selulosa, 12 persen hemiselulosa, dan 23 persen lignin. Hal tersebut mendorongnya untuk membuat papan partikel dengan memanfaatkan batang singkong sebagai bahan baku utama. Endri menggunakan batang singkong varietas Kasetsart (UJ-3) yang banyak ditemukan di daerah asalnya.

Berbagai uji coba mereka lakukan untuk memperoleh formula yang tepat guna mendapatkan papan partikel yang kuat, lentur, dan ringan. Mereka tidak hanya memanfaatkan limbah batang singkong, tetapi juga menambahkan limbah plastik HDPE  dalam pembuatan papan partikel ini.

Setelah melalui serangkaian uji coba akhirnya Endri dan kawan-kawan dapat menghasilkan papan partikel berbahan batang singkong seperti yang mereka harapkan. Pada parameter kerapatan  dan keteguhan rekat internal (IB), papan ini memiliki nilai diatas Standar Nasional Indonesia (SNI) 08-2105-2006, yaitu dengan nilai kerapatan 0,7-0,72 gr/cm³ dan nilai IB 2,25kgf/cm³. Sementara nilai kerapatan dan IB sesuai SNI secara berurut adalah 0,4-0,9 gr/cm³ dan 1,5 kgf/cm³.

Ditambahkannya, papan partikel ini sangat potensial untuk dikembangkan. Pasalnya, tanaman singkong di Indonesia sangat melimpah.

“Dari 1 hektar kebun singkong bisa dihasilkan 5.625 papan berukuran 30 cm x 30 cm x 1 cm,” jelasnya.

Papan partikel berbahan batang singkong ini tidak hanya memiliki kualitas bagus yang menyerupai kayu. Namun, produk ini diharapkan dapat menjadi papan alternatif pengganti papan pabrikan yang bersifat ramah lingkungan. (UGM/IY)

Check Also

Jerawat Lari Dilawan dengan 5 Bahan Ampuh Ini

Edupost.id – Bagi sebagian orang, jerawat sering menjadi musuh menyebalkan, terutama bagi kaum wanita. Jerawat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *