Jumat , 24 Maret 2017
Home / Kabar Kampus / Mahasiswa UGM Olah Biji Durian Jadi Plastik Ramah Lingkungan
Mahasiswa UGM mengolah biji durian jadi plastik
Mahasiswa UGM mengolah biji durian jadi plastik ramah lingkungan. (UGM dok.)

Mahasiswa UGM Olah Biji Durian Jadi Plastik Ramah Lingkungan

Edupost.id, Yogyakarta – Penggunaan kantung plastik meningkat dari waktu ke waktu. Di lain sisi, fasilitas dan sistem pengelolaan sampah di Indonesia masih kurang sehingga banyak tumpukan sampah di berbagai tempat. Bahkan, sebagian besar plastik yang digunakan terbuat dari bahan yang sulit terurai (non-degradable) sehingga menimbulkan masalah lingkungan. Hal ini melatarbelakangi mahasiswa UGM menciptakan kantung plastik yang bersifat mudah terurai dengan memanfaatkan biji durian sebagai bahan bakunya.

Bioplastik ini merupakan hasil kreasi Fajar Bayu Prakoso, Andika Cahya Widyananda, Annisa Fakhriyah Rofi, Dyah Ayu Permatasari Tedjo Pradipto, dan Adiyat yang merupakan mahasiswa Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik.

Ketua pengembang bioplastik biji durian, Fajar Bayu mengungkapkan, biji durian dipilih sebagai bahan untuk pembuatan plastik karena memiliki kandungan pati yang cukup tinggi. Pati berfungsi sebagai pengisi (filler) pada campuran agar kerapatan bioplastik menjadi tinggi sehingga meningkatkan kuat tarik plastik. Biji durian juga mampu menekan keberadaan limbah biji durian, karena hingga kini belum banyak masyarakat yang memanfaatkan limbah biji durian ini dan hanya dibuang begitu saja.

“Dengan memanfaatkan limbah biji durian ini dapat menekan biaya produksi pembuatan bioplastik,” jelasnya.

Fajar menjelaskan, langkah pertama dalam pembuatan bioplastik biji durian adalah mengolah biji durian kedalam bentuk tepung. Biji durian direndam dalam air kapur selama 2-3 hari untuk menghilangkan getah dalam biji durian dan dijemur selama 1 hari. Setelah kering, biji durian yang keras dipisahkan dari pati yang berwarna putih kecoklatan di bagian dalammnya dan mengolahnya menjadi tepung menggunakan alat penepung (grinder).

Berikutnya, tepung yang dihasilkan dicampurkan dengan sejumlah bahan kimia tambahan, antara lain Low Density Polyethylene (LDPE), Maleic Anhydride (MA), lalu inisiator (Perbutyl D dan Perbutyl Z). Pati biji durian divariasikan dengan masing-masing bahan tersebut dalam berbagai variasi.

Fajar menuturkan, bioplastik biji durian ini telah melalui uji biodegradasi yakni dengan menanamnya di media tanah kompos selama 2 bulan. Hasilnya menunjukkan bahwa sampel dapat terdegradasi ditandai penambahan berat pada sampel. Penambahan berat ini menunjukkan bahwa air sudah masuk ke dalam sampel dan seiring berjalannya waktu air tersebut akan mendegradasi kandungan pati di dalam bioplastik.

Annisa menyampaikan, dari hasil penelitian tersebut terdapat indikasi dapat terurai dan kekuatan tarik pasltik sudah masuk rentang standar plastik pada umumnya. Disamping itu, plastik ini juga tahan terhadap suhu yang panas.

Ia menambahkan, kedepannya masih diperlukan penelitian lebih lanjut dan harapannya bisa diproduksi massal sehingga bermanfaat bagi masyarakat luas dalam upaya menangani masalah sampah plastik.

(UGM/ IK-SS)

Check Also

seniman mengajar kemendikbud

Pendaftaran “Seniman Mengajar” di Daerah Terpencil Mulai Dibuka

Edupost.id – Pendaftaran kegiatan “Seniman Mengajar” yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun ini …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *