Minggu , 22 Januari 2017
Home / Kabar Kampus / Mahasiswa UGM Temukan Zat Anti Kanker Lidah dari Bawang Putih

Mahasiswa UGM Temukan Zat Anti Kanker Lidah dari Bawang Putih

YOGYAKARTA – Jumlah penderita kanker lidah terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Salah satu penyebab munculnya penyakit ini karena kebiasaan merokok. Hal ini mendorong tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan zat anti kanker lidah dari bawang putih.

Data WHO 2008 menunjukkan Indonesia ada di urutan ketiga dengan jumlah perokok terbesar dunia. “Jumlah penderita terus meningkat karena jumlah perokok di Indonesia tergolong tinggi dan hanya lima provinsi di Indonesia yang bebas dari kanker lidah,” ujar Ulfah Hermin Safitri, mahasiswa Kedokteran Gigi UGM, salah satu penemu zat anti kanker lidah.

Ulfah dan tiga rekannya Riska Firma Nawangsih, Naida Dwi Noviyanti, Fitria Nuraini, dan Diyah Apliani memanfaatkan bawang putih sebagai bahan anti kanker. “Selain mengandung alisin sebagai anti peradangan dan anti kolesterol, bawang putih diketahui bisa mencegah berkembangnya sel kanker karena kemampuannya sebagai agen anti proliferasi (pertumbuhan sel) dan indoktor apotosis (kematian sel yang terprogram) pada sel kanker,” tuturnya.

Keempat mahasiswa tersebut mengetahui efek dari bawang putih dengan menguji cobakan pada lidah tikus sebagai sampel uji. “Terjadi induksi apoptosis pada sel kanker lidah tikus, yang berarti ekstrak etanolik bawang putih dapat menghambat pertumbuhan sel kanker,” paparnya.

Diyah Apliani mengungkapkan bahwa penelitian yang mereka lakukan masih berupa penelitian awal dan belum dilakukan uji coba ke manusia. Sehingga ke depan masih diperlukan penelitian lanjutan untuk dihasilkan obat-obatan yang dapat digunakan sebagai agen anti kanker lidah. (UGM/IK-SS)

Check Also

Resep Burger Mi Instan

Resep Unik, Burger Mi Instan

Edupost.ID- Jika bosan menghidangkan mi instan dalam bentuk yang biasa, coba untuk kreasikan mi instasn …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *