Kamis , 30 Maret 2017
Home / Kabar Kampus / Mahasiswa UII Ciptakan Aplikasi Deteksi Kanker Payudara
Universitas Islam Indonesia (UII)
Universitas Islam Indonesia (UII)

Mahasiswa UII Ciptakan Aplikasi Deteksi Kanker Payudara

Edupost.id- Mahasiswa Fakultas Teknik Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) berhasil mengembangkan aplikasi deteksi keganasan kanker payudara. Dua mahasiswa Program studi Informatika Medis dan Teknik Informatika FTI UII yakni, Dhina Puspasari dan Dadang Heksa Putra.

Software yang saling melengkapi ini dapat membantu kerja dokter patologi anatomi dalam mengambil tindakan pengobatan kanker pasien. Tindakan deteksi di perlukan untuk melihat tingginya stadium kankernya.

Dosen pembimbing kedua mahasiswa UII, Izzati Muhimmah menjelaskan. “Keakuratan software ini sudah dikonsultasikan dengan dokter patologi anatomi dan dinyatakan 75 persen keakuratannya. Selanjutnya, masih diperlukan investigasi korelasi antara data deteksi oleh sistem yang diusulkan dengan pemeriksaan CISH (Chromogenetik Insitu Hybridization),” ujar Izzati di kampus UII (3/2).

Tahap awal pemeriksaan kanker payudara melalui tindakan biopsi (pembedahan dengan mengambil jaringan pada payudara). Setelah itu dilakukan pengamatan dengan mikroskop oleh dokter patologi anatomi untuk dianalisis. Pewarnaan pada sampel jaringan maka akan muncul masalah pada hasil citra yaitu, variasi warna tidak konsisten disebabkan oleh beberapa faktor. Di antaranya, perbedaan penggunaan mikroskop, perbedaan kamera, pencahayaan dan proses pemberian warna sampel jaringan.

Dhina memfokuskan pada software perbaikan citra, sedang Dadang menitikberatkan pada pengembangan software estimasi keganasan kanker payudara. Penentuan tingkat keganasan kanker payudara atau status human epidermal growth factor receptor 2 (HER2) sangat penting untuk mengoptimalkan diagnosis dan terapi yang tepat bagi pasien. HER2 merupakan pra syarat untuk pengobatan pasien kaker payudara.

Dhina mengatakan, “Aplikasi swapping warna citra histopatologi kanker payudara ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas citra sehingga dokter patologi anatomi lebih mudah untuk menganalisis citra atau gambar. Aplikasi ini membutuhkan citra source dan citra target. Citra source adalah citra yang akan dilakukan perbaikan. Sedang citra target adalah citra referensi” jelas Dhina.

Dhina menggunakan sebanyak 42 citra yang diperoleh dari pengambilan gambar menggunakan sigma HD microspace camera HDMI/USB dan optilab camera advance adapter. “Berdasarkan hasil analisis dan pengujian, rekomendasi pakar dari 42 data citra yang diperbaiki 38 citra menunjukkan hasil yang optimum sebesar 90,48 persen,” kata Dhina. (UII/Inan)

Check Also

Kejuaraan Taekwondo Tingkat Pelajar Diselenggarakan di UII

Kejuaraan Taekwondo Tingkat Pelajar Diselenggarakan di UII

Edupost.id- Kejuaraan Taekwondo Nasional Tingkat Pelajar memperebutkan trofi bergilir DKS Cup Kanisius Sengkan diselenggarakan  di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *