Sabtu , 22 Juli 2017
Home / Kabar Kampus / Mahasiswa Unair Bantu Pasien Gagal Ginjal dengan Serbuk Ajaib

Mahasiswa Unair Bantu Pasien Gagal Ginjal dengan Serbuk Ajaib

Edupost.id – Penanganan pasien gagal ginjal dengan melakukan cuci darah (hemodialisis) membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Hal itulah yang mendorong mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (Unair) menemukan solusi untuk meningkatkan hemodialisis dengan serbuk ajaib..

Tim tersebut beranggotakan Januardi, Bella Prelina, Ahya Isyatir Rodliyah, dan Zakiyatus Syukriyah. Mereka menuangkan penelitiannya dalam program PKM. Bahkan setelah dinilai oleh Dikti, proposal bertajuk Potensi Cation Exchanger Zeolit A Sebagai Hemoadsorben Penderita Gagal Ginjal” ini lolos penilaian dan memperoleh dana dari Kemenristekdikti untuk program PKM tahun 2017.

”Penanganan kasus gagal ginjal di Indonesia saat ini, menurut Menkes, terkendala oleh biaya yang mahal dan keterbatasan alat cuci darah, sedangkan penderitanya sekitar 3000 orang dan banyak yang berakhir dengan kematian. Karena itulah kami berusaha membantu mencari solusinya,” ujar Januardi Wardana, ketua Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Penelitian Eksakta.

Januardi memaparkan, organ ginjal bertugas untuk menyaring sisa-sisa metabolisme untuk dibuang keluar tubuh manusia. Apabila ginjal tidak dapat menjalankan tugasnya dengan baik, maka akan mengalami gagal ginjal. Penyebab utama gagal ginjal ini antara lain pola hidup yang tidak sehat, serta akibat tingginya kadar uremik toksin dalam darah.

Penelitian PKM-PE ini dilakukan di Universitas Airlangga dan AMTEC, Malaysia. Penelitiannya diawali dengan membuat zeolit terlebih dahulu. Bahan dasar yang digunakan adalah natrium aluminat, silikon dioksida, dan air. Pembuatan zeolit ini menggunakan metode hidrotermal pada suhu 100C.

dalam rentang waktu 15 menit, zeolit mampu mengadsorpsi kreatinin sekitar 40%. Sedangkan zeolit yang terimprinted sekitar 60%. Diantara keduanya, zeolit yang porinya telah terimprinted memiliki kemampuan lebih besar dibandingkan zeolit biasa.

”Karena zeolit yang ter-imprinted lebih selektif. Sekaligus membukikan bahwa zeolit memiliki kemampuan sebagai adsorben uremik toksin,sehingga memiliki potensi untuk hemodialisis kreatinin,” ujar Januardi. (Unair/ IK-SS)

Check Also

Bantu Nelayan, Mahasiswa UGM Ciptakan Aplikasi Dokter Ikan

Bantu Nelayan, Mahasiswa UGM Ciptakan Aplikasi Dokter Ikan

Edupost.id – Banyak nelayan tradisional belum memiliki pengetahuan tentang penyakit-penyakit ikan dan cara menanganinya. Hal …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *