Sabtu , 22 Juli 2017
Home / Kabar Kampus / Mahasiswa Undip Cegah Residu Kimia dengan BANDIT
Mahasiswa Undip Cegah Residu Kimia dengan BANDIT
Mahasiswa Undip Cegah Residu Kimia dengan BANDIT (Undip dok.)

Mahasiswa Undip Cegah Residu Kimia dengan BANDIT

Edupost.id – Residu bahan kimia pada bahan pangan asal ternak (telur, daging dan susu) merupakan ancaman keamanan pangan yang serius dan berdampak pada kesehatan. Melihat hal tersebut, tim mahasiswa Undip mengembangkan disinfektan dari bahan alam (herbal) bernama BANDIT (Babadotan Desinfektan) .

Tim Undip terdiri dari Yonas Adytia Nugraha, Khoirun Nissa, Nikmah Nurbaeti dan Fadlu Muhammad Amrulloh. Produk Desinfektan Herbal tersebut telah diuji coba dalam kegiatan pemeliharaan dan produksi ayam broiler.

Meskipun berbahaya, bahan kimia seperti desinfektan sangat dibutuhkan dan digunakan dalam kegiatan biosecurity pada proses produksi di sektor peternakan, terutama peternakan unggas (ayam pedaging dan petelur).  Salah Kegiatan Biosecurity utama yang dilakukan pada peternakan ayam adalah penyemprotan desinfektan di dalam ruangan kandang sebelum bibit ayam (day old chicks/ DOC) dimasukkan kedalam kandang.

Desinfektan yang digunakan oleh peternak biasanya berupa desinfektan sintesis yang mengandung bahan–bahan kimia sintesis, misalnya Formalin dan Khlorin. Dampak yang ditimbulkan oleh penggunaan desinfektan sintetis adalah timbulnya residu bahan kimia yang dapat membahayakan ternak, maupun peternak. Selain itu, dikhawatirkan dapat menimbulkan residu pada produk (daging/telur) yang dihasilkan.

Bahan aktif BANDIT adalah ekstrak tanaman Babadotan (Ageratum conyzoides) yang tumbuh liar di pekarangan, tepi jalan, perkebunan dan tanah lapang. Produk desinfektan herbal BANDIT telah digunakan oleh tim Yonas Adytia sebagai desinfektan kandang dan untuk mencuci tempat pakan dan tempat minum ayam pada pemeliharaan ayam broiler. (Undip/ IK-SS)

Check Also

Mahasiswa Unair Bantu Pasien Gagal Ginjal dengan Serbuk Ajaib

Edupost.id – Penanganan pasien gagal ginjal dengan melakukan cuci darah (hemodialisis) membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Hal itulah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *