Kamis , 19 Oktober 2017
Home / Kabar Kampus / Mahasiswa Undip Sulap Jagung Jadi Plastik Ramah Lingkungan
Mahasiswa Undip Ciptakan Plastik Ramah Lingkungan dari Jagung
Mahasiswa Undip Ciptakan Plastik Ramah Lingkungan dari Jagung (Undip dok.)

Mahasiswa Undip Sulap Jagung Jadi Plastik Ramah Lingkungan

Edupost.id – Pencemaran lingkungan dari sampah plastik masih menjadi masalah yang belum terselesaikan. Kondisi ini mendorong lima mahasiswa Fakultas Teknik Undip menciptakan plastik yang mudah terurai secara alami atau biodegradable dan berasal dari bahan terbarukan.

Mereka adalah Novita Siti Lestari, Retno Wulansari, Putri Ade Riswanti , Ridla Setya Nur Armina dan Rio Agung Prabowo, dibimbing oleh Dr. Aris Triwiyatno memanfaatkan limbah tongkol jagung yang di kombinasikan dengan sukun sebagai bahan plastik biodegradable.

Bahan-bahan yang bisa digunakan untuk membuat plastik biodegradabel adalah senyawa-senyawa yang terdapat pada tanaman seperti pati, selulosa, sedangkan pada hewan seperti, kitin, kasein, dan kitosan.

“Tongkol jagung selama ini belum banyak dimanfaatkan dan hanya dibuang begitu saja. Padahal, dalam tongkol jagung terdapat CMC sehingga berpotensi untuk dibuat bahan aditif plastik. Begitupun buah sukun, yang sering saya dan teman-teman amati buah ini juga masih minim pemanfaatanya, malah menjadi limbah,” ungkap Novita.

Menurutnya, saat ini sebenarnya telah banyak dikembangkan plastik biodigredable dengan memanfaatkan bahan terbarukan yang berasal dari kitosan, udang, kepiting, serta pati singkong.

“Kami menggunakan pati yang di ambil dari sukun dan CMC dari tongkol jagung yang memungkinkan untuk digunakan sebagai plastik biodegradable dalam penelitian ini,” tuturnya.

Sukun yang mudah didapatkan dari sekitar kampus dan tongkol jagung yang didapat dari sejumlah tempat penjual olahan jagung seperti jagung bakar dan jagung serut selanjutnya mereka teliti. Tepung yang didapat dari buah sukun terlebih dahulu diambil patinya dengan cara di endapkan kemudian hasil endapan tersebut dikeringkan dan diayak dengan ukuran 100 mesh. Sedangkan sintesis dan isolasi dilakukan pada tongkol jagung sehingga diperoleh senyawa CMC.

Pati sukun dan CMC selanjutnya dipanaskan dan dilakukan pengadukan dengan hot stirrer agar larutan homogen dengan diberi tambahan gliserol. Setelah itu, dioven sehingga diperoleh plastik yang diinginkan.

“Hasil penelitian menunjukkan limbah tongkol jagung dan buah sukun berpotensi untuk digunakan dalam pembuatan plastik,” terang Novita. (Undip/ IK-SS)

 

Check Also

Inovasi ITB Masuk Tiga Besar Swiss Innovation Challenge 2017

Inovasi ITB Masuk Tiga Besar Swiss Innovation Challenge 2017

Edupost.id – Tiga inovasi mahasiswa ITB berhasil keluar sebagai juara di ajang Swiss Innovation Challange …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *